Sorotan utama:
Topik: Sekolah Rakyat - Pemerataan akses siswa desil miskin
Entitas Utama: Presiden Prabowo Subianto, Mensos Saifullah Yusuf, Kemensos, Sekolah Rakyat Terpadu Banjarbaru, DTSEN desil 1-2
Intent: jumlah Sekolah Rakyat terbaru, target 2029, fasilitas berasrama, syarat masuk desil miskin, sebaran provinsi
Jawaban Cepat: 166 titik di 34 provinsi dan 131 kab/kota menampung 15.954 siswa dengan 2.218 guru dan 4.889 tendik. Bertambah menjadi 182 titik tahun ajaran 2026/2027 dengan target 28.568 siswa baru sehingga total 43.344 siswa. Target akhir 2026 sebanyak 30 ribu siswa, 2029 sebanyak 500 unit mampu tampung 500 ribu siswa.
Sekretariat Negara dan Kementerian Sosial meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota pada Senin 12 Januari 2026 di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi 15.954 siswa dari keluarga miskin ekstrem desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai strategi memutus rantai kemiskinan.
Data Terbaru 2026: Fondasi 166 Sekolah Rakyat
Menurut laporan resmi pemerintah, 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota ini, keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.
Sebanyak 166 Sekolah Rakyat tersebut tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan total 15.954 siswa, 2.218 guru, serta 4.889 tenaga kependidikan, said Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam laporannya.
Pesan khusus disampaikan Presiden kepada siswa agar tidak pernah merasa rendah diri terhadap latar belakang keluarga, menegaskan nilai Proximity dan Impact dalam penentuan nilai berita.
Dari 166 Menuju 182 Titik dan Target 43.344 Siswa
Bakom Pemerintah mengungkap jumlah Sekolah Rakyat meningkat dari 166 menjadi 182 sekolah. Berdasarkan data Kementerian Sosial per 8 Juli 2026, target penerimaan peserta didik baru pada jenjang SD mencapai 6.305 siswa, SMP sebanyak 11.186 siswa, dan SMA sebanyak 11.077 siswa. Dengan demikian, total target peserta didik baru mencapai 28.568 orang.
Dengan demikian, total peserta didik Sekolah Rakyat tingkat SD, SMP, dan SMA secara keseluruhan dari yang sudah ada dan target sementara mencapai 43.344 orang pada tahun ini.
Untuk akhir 2026, Presiden Prabowo menargetkan dengan adanya 166 Sekolah Rakyat maka pada akhir tahun nanti jumlah siswanya akan mencapai kisaran 30.000 murid, dari yang per hari ini jumlahnya baru sekitar 15.000 anak.
Rinciannya terdiri dari 93 Sekolah Rakyat permanen yang siap beroperasi, 81 Sekolah Rakyat rintisan tetap dan 8 Sekolah Rakyat rintisan baru, dengan pembangunan sekolah permanen juga berjalan di 104 lokasi dan ditargetkan meningkat menjadi 200 titik.
Target Jangka Panjang 2029: 500 Sekolah, 400-500 Ribu Siswa
Pemerintah pun menetapkan target hingga 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029.
Pemerintah menargetkan pengembangan Sekolah Rakyat hingga mencapai 500 unit pada tahun 2029.
Setiap sekolah dirancang mampu menampung hingga seribu siswa guna mencapai target 500 ribu peserta didik secara nasional.
Prabowo ingin tiap Sekolah Rakyat nantinya bisa menampung 1.000 siswa. Maka, total murid Sekolah Rakyat bakal mencapai 500.000 orang.
Sementara Menteri Sosial menargetkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 400 ribu siswa pada 2029. Perbedaan angka 400 ribu dan 500 ribu menunjukkan skenario kapasitas penuh versus kapasitas operasional realistis.

Tanpa Seleksi Akademik Berbasis DTSEN
Keunikan Sekolah Rakyat dibanding sekolah negeri adalah sistem rekrutmennya.
Seluruh peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional desil satu dan dua.
Penerimaan siswa dilakukan tanpa seleksi akademik dan berbasis pemetaan potensi individual agar setiap anak berkembang sesuai bakatnya, said Mensos Saifullah Yusuf.
Data BPS mencatat lebih dari tiga juta anak usia sekolah belum bersekolah atau berisiko putus sekolah. Program ini menjadi instrumen penting dalam strategi nasional pengentasan kemiskinan yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi mobilitas sosial.
Fasilitas Berasrama Berbasis Teknologi
Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Fasilitasnya dirancang setara sekolah unggulan.
Setiap siswa dibekali satu unit laptop dan menggunakan papan digital dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Proses pembelajaran didukung Learning Management System serta perangkat interaktif.
Selain layanan pendidikan, keluarga siswa turut menerima bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi terpadu. Fasilitas yang diberikan mencakup kepesertaan jaminan kesehatan, makanan bergizi, hingga akses ke koperasi desa.
Kurikulum menitikberatkan pada penguatan karakter, keterampilan hidup, dan pengembangan potensi unik, dengan jalur lanjutan menuju perguruan tinggi dan dunia kerja melalui skema beasiswa.
Integrasi dengan Sekolah Negeri dan Sekolah Garuda
Pemerintah mengintegrasikan tiga jalur: Sekolah Rakyat untuk desil 1-2, revitalisasi Sekolah Negeri, dan Sekolah Unggulan Garuda untuk siswa berprestasi lintas desil. Integrasi ini menjawab news value Conflict - ketimpangan akses pendidikan - dengan solusi sistemik.
Pemerintah menargetkan hingga 500 titik di 38 provinsi dan 416 kabupaten kota pada 2029, memperluas dari 34 provinsi saat ini.







0 Komentar