Sorotan utama:
- MPLS Perdana Serentak: 1.360 murid angkatan pertama SNT mengikuti MPLS Ramah mulai 10 Agustus 2026 di 17 lokasi yang tersebar di 14 provinsi, termasuk IKN dan Parung Bogor.
- Pembukaan Resmi: Mendikdasmen Abdul Mu'ti hadir sebagai pembina upacara di SNT 7 Parung Bogor, didampingi Kepala KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan Menko PMK Pratikno, menandai dimulainya layanan SNT Tahun Ajaran 2026/2027.
- Landasan Hukum & Target: SNT merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan, dengan target 500 layanan SNT di 500 kabupaten/kota secara bertahap hingga 2029.
- Konsep Baru: Berbeda dengan sekolah reguler, SNT berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Sport), pembelajaran mendalam (mindful, meaningful, joyful), digitalisasi IFP, dan mengutamakan murid dari daerah setempat dengan seleksi objektif-transparan-inklusif.
Bogor - Sejarah baru pendidikan Indonesia dimulai hari ini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah perdana untuk 1.360 murid angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang tersebar di 17 lokasi di 14 provinsi.
MPLS yang dimulai pada 10 Agustus 2026 ini menjadi penanda operasionalnya SNT sebagai model sekolah unggulan inklusif non-asrama pertama di era Presiden Prabowo Subianto. Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang menyasar desil 1-2 dan Sekolah Unggul Garuda yang menyasar gifted and talented, SNT dirancang untuk anak-anak berprestasi dari semua latar belakang sosial ekonomi di daerahnya sendiri, sebagai upaya memutus disparitas mutu pendidikan antara kota besar dan daerah. Program ini adalah amanat langsung dari Inpres No.10/2026.
MPLS Perdana di 17 Lokasi - Dari Parung Hingga IKN
Berdasarkan Taklimat Media Kemendikdasmen pada 20 Juli 2026, sebanyak 17 SNT ditargetkan mulai memberikan layanan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Lokasi tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Cianjur, Buton Tengah, Gowa, Bone Bolango, Donggala, Bolaang Mongondow, Minahasa Utara, Kupang, Tebo, Tanjung Jabung Barat, hingga Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk mendukung operasional awal, pemerintah menyiapkan kelas transisi, baik pada bangunan baru di IKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, maupun fasilitas belajar yang disediakan pemerintah daerah.
Puncak acara MPLS perdana dipusatkan di SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mendikdasmen Abdul Mu'ti hadir sebagai pembina upacara, didampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dan Menko PMK Pratikno. Kehadiran dua pejabat istana ini menegaskan SNT sebagai program prioritas Presiden.
Seleksi Ketat, Lokal, dan Transparan
Information Gain dari portal resmi Puslapdik dan BGTK Bali mengungkap tahapan seleksi yang sangat cepat dan ketat.
Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT berlangsung pada 21–24 Juli 2026 untuk jenjang kelas VII SMP dan kelas X SMA, meliputi seleksi administrasi dan tes skolastik. Prinsipnya objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan akuntabel. Hasil seleksi diumumkan pada 3 Agustus 2026, dan daftar ulang pada 4–7 Agustus 2026.
Poin paling penting: calon murid yang diterima di SNT berasal dari daerah tempat SNT berada. Tujuannya agar kehadiran sekolah ini benar-benar memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat setempat, bukan diisi siswa dari kota besar.
Apa Beda SNT Dengan Sekolah Reguler? - 3 Transformasi Kunci
Mengacu pada siaran resmi Kemendikdasmen, SNT bukan sekadar sekolah baru dengan gedung baru. Ada tiga transformasi kunci:
- Kurikulum Berbasis STEAMS: Bukan hanya STEM, tetapi STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sport). Kurikulum nasional diperkaya dengan pembelajaran mendalam yang mencakup proses berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful), serta penguatan wawasan global.
- Digitalisasi Penuh: Sejalan dengan Inpres No.7/2025 tentang Digitalisasi Pembelajaran, setiap SNT dilengkapi Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan konten digital. Tahun ini 288.865 sekolah menjadi sasaran digitalisasi tahap 1.
- Pusat Keunggulan (Center of Excellence): Dengan menyatukan manajemen aset, sumber daya guru, dan standar fasilitas dalam satu kompleks terintegrasi, SNT diharapkan menjadi pusat keunggulan yang merata, sehingga akses pendidikan bermutu tidak lagi terpusat di kota besar.
Roadmap 500 SNT Hingga 2029 - Amanat Inpres 10/2026
MPLS perdana ini baru permulaan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, SNT diselenggarakan mengikuti arahan Presiden yang sangat jelas, yaitu menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029 di 500 kabupaten/kota.
Pada tahun 2026 ini, selain 17 lokasi yang sudah beroperasi, 20 lokasi lainnya akan memasuki tahap pembangunan dan mulai menerima murid baru pada tahun 2027. Sehingga total 37 lokasi SNT siap pada 2027. Pemerintah bahkan menargetkan 100 SNT terbangun pada 2026 sebagai bagian dari gerakan pemerataan.
Landasan hukumnya diperkuat dengan Inpres No.10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan dan komitmen bersama antara Pemda, Kemendikdasmen, KSP, DPR RI, dan Kemendagri. Sejak era Orde Baru membangun SD Inpres, belum pernah ada pembangunan sekolah secara masif seperti di era ini.
MPLS RAMAH - Tanpa Perploncoan
Seluruh pelaksanaan MPLS SNT mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS dan Surat Edaran No.400.3/4113-Dikbud/2026 tentang Pemantauan dan Evaluasi MPLS Ramah Tahun 2026.
Mendikdasmen menekankan MPLS Ramah harus bebas perpeloncoan, menanamkan budaya sekolah yang aman dan nyaman sejak dini, serta mengenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bersosialisasi, dan hidup sehat). Sekolah akan diawasi selama lima hari pelaksanaan MPLS.







0 Komentar