Ditjen Pendis Kemenag Umumkan UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari

Jul 28, 2026

Ditjen Pendidikan Islam Kemenag pada 28 Juli 2026 mengumumkan babak baru transformasi kelembagaan: IAIN Sultan Amai Gorontalo resmi menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo melalui Perpres 48/2024 dan IAIN Kendari menjadi UIN Kendari melalui Perpres 49/2024. Alumni merayakan status kampus biru resmi UIN yang diharapkan mendorong inovasi pendidikan tinggi Islam.

Transformasi UIN Kendari

Overview:

Entity: Transformasi IAIN menjadi UIN, Ditjen Pendis Kemenag, UIN Sultan Amai Gorontalo Perpres 48/2026, UIN Kendari Perpres 49/2026
Fakta Kunci:

  • Who & When: Ditjen Pendis Kemenag mengumumkan 28 Juli 2026, dua IAIN alih bentuk menjadi UIN
  • What: IAIN Sultan Amai Gorontalo jadi UIN Sultan Amai Gorontalo (Perpres 48/2026) dan IAIN Kendari jadi UIN Kendari (Perpres 49/2026)
  • Why: Transformasi dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi ilmu Agama Islam dengan ilmu lain serta mewujudkan SDM berkualitas
  • Implikasi Akademik: Dengan menjadi UIN maka PTKIN tidak hanya menyelenggarakan program pendidikan ilmu agama Islam saja tetapi juga dapat menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu lain untuk mendukung penyelenggaraan program pendidikan tinggi ilmu Agama Islam
  • Status Verifikasi: Kunjungan tim KemenPANRB menyatakan IAIN Sultan Amai Gorontalo telah memenuhi syarat untuk beralih status menjadi UIN, bersama IAIN Kendari
  • Dampak: Alumni rayakan sebagai kampus biru resmi UIN, harapan inovasi dan kontribusi pendidikan tinggi Islam di Kawasan Timur Indonesia

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama pada 28 Juli 2026 mengumumkan babak baru transformasi kelembagaan tinggi Islam di Indonesia Timur, dengan meresmikan alih bentuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo melalui Perpres 48/2026 dan IAIN Kendari menjadi UIN Kendari melalui Perpres 49/2026 di Jakarta.

Pengumuman ini memiliki news value magnitude tinggi karena menambah peta UIN di Sulawesi dan menandai perubahan paradigma dari institut berbasis ilmu agama menjadi universitas integrasi. Transformasi ini bukan sekadar pergantian papan nama, melainkan mandat akademik untuk membuka prodi umum, meningkatkan daya saing global, dan menjawab kebutuhan SDM di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Babak Baru PTKIN: Dari Institut ke Universitas

Transformasi IAIN menjadi UIN terus melaju dalam dua tahun terakhir. Pemerintah resmi mengesahkan alih bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah Kementerian Agama, di mana IAIN resmi menjadi UIN.

Kunjungan tim Kementerian PANRB ke IAIN Sultan Amai Gorontalo merupakan tindak lanjut yang menegaskan bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo telah memenuhi syarat untuk beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), bersama dua perguruan tinggi keagamaan lainnya, yakni IAIN Kendari dan STAIN Majene. 

Ditjen Pendis menyebut, penetapan Perpres 48/2026 dan 49/2026 adalah hasil proses panjang verifikasi lapangan, asesmen, dan harmonisasi dengan KemenPANRB dan Setneg.

UIN Sultan Amai Gorontalo

IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sebelumnya berstatus STAIN berdasarkan Keppres dan berkembang menjadi IAIN, kini resmi bertransformasi. Rektor Prof. Zulkarnain Suleman dalam audiensi dengan Gubernur Gorontalo menyampaikan bahwa peralihan tinggal menunggu izin prinsip dari KemenPANRB, dan kini izin tersebut telah terbit melalui Perpres.

Dengan status UIN, kampus yang berada di Kabupaten Bone Bolango ini akan mengembangkan fakultas sains, teknologi, dan kedokteran di luar fakultas keislaman yang sudah ada. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh agar izin prinsip segera terbit sehingga UIN segera terwujud.

UIN Kendari

Sementara itu, IAIN Kendari yang sebelumnya berstatus sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri sejak tahun 1997 dan resmi menjadi IAIN pada 17 Oktober 2014, kini naik kelas menjadi UIN Kendari. 

Pj Gubernur Sulawesi Tenggara telah menyerahkan usulan alih status IAIN Kendari ke Kemenag. Rektor menyebut perubahan bentuk dari IAIN menjadi UIN Kendari ini merupakan tuntutan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara dan untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan, serta akan meningkatkan APK dan APM PTKI di Sulawesi Tenggara. 

Makna Alih Bentuk: Integrasi Ilmu dan SDM Berkualitas

Mengacu pada naskah Perpres transformasi sebelumnya, disebutkan di Perpres, transformasi dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi ilmu Agama Islam dengan ilmu lain serta mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. 

Dengan menjadi UIN maka Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini tidak hanya menyelenggarakan program pendidikan ilmu agama Islam saja tetapi juga dapat menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu lain untuk mendukung penyelenggaraan program pendidikan tinggi ilmu Agama Islam. 

Aturan pembinaan juga diperjelas: Pembinaan teknis penyelenggaraan program pendidikan tinggi ilmu Agama Islam dilakukan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan pembinaan teknis program pendidikan ilmu lain dilakukan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan. 

Artinya, UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari dapat membuka prodi umum seperti kedokteran, teknik informatika, sains lingkungan, dan bisnis syariah tanpa meninggalkan kekhasan keislaman.

Sambutan Alumni dan Harapan Kampus Biru Resmi UIN

Pengumuman 28 Juli disambut euforia alumni. Tagar #KampusBiruUIN dan #UINGorontalo #UINKendari ramai di media sosial. Alumni menyebut status UIN sebagai legitimasi akademik yang ditunggu lebih dari 10 tahun.

"Kami alumni 2008 STAIN Gorontalo, akhirnya kampus biru resmi UIN. Ini bukan hanya ganti jas, tapi tanggung jawab inovasi," ujar salah satu alumni dalam grup Ikatan Alumni.

Rektor kedua kampus menegaskan transformasi tidak boleh berhenti di nomenklatur. Presiden dalam pesan transformasi PTKN sebelumnya menekankan, "Transformasi IAIN menjadi UIN tidak boleh berhenti di nomenklatur. PTKN harus mencetak lulusan yang adaptif, analitis, kolaboratif," seperti dikutip dari rilis Pendis.

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Tag: iain | uin

Bimbel TKA SMA 2026

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

Bimbel TKA SD-SMP 2027

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

iklan

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *