Sorotan Utama:
- Skor baru 200-800: TKA SMA/SMK tidak lagi pakai 0-100, hasil dilaporkan 200 sampai 800 dengan pembulatan 2 angka di belakang koma
- Predikat Istimewa 725: Minimal 725,00 di setiap mata uji untuk predikat Istimewa, skor maksimal tetap 800
- Pendaftaran ditutup 27 September 2026: Dibuka 27 Juli hingga 27 September 2026 via Dapodik/EMIS, hasil diumumkan 23 Desember 2026
- Simulasi resmi 21-27 September: Link resmi https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka dan alternatif Rumah Pendidikan
- TKA SMK kini 2 mapel pilihan: Dari 19 menjadi 69 mata pelajaran pilihan, siswa tetap memilih 2 sesuai bakat dan karier, termasuk Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan
JAKARTA, 20 September 2026 — Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK menggunakan sistem pelaporan nilai baru yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya hasil TKA dilaporkan dalam rentang 0 sampai 100, pada pelaksanaan 2026 skor peserta akan berada pada rentang 200 hingga 800. Ketentuan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional.
Perubahan sistem skor TKA tersebut menjadi hal penting yang perlu dipahami peserta sejak sebelum pelaksanaan ujian. Setiap hasil mata uji akan dilaporkan dalam rentang 200 sampai 800 dengan pembulatan dua angka di belakang koma.
Dari 0-100 ke 200-800: Bukan Sekadar Ganti Angka
Berdasarkan pedoman tersebut, hasil TKA jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK nantinya dilaporkan dengan rentang nilai 200 hingga 800. Nilai yang diperoleh peserta juga dicantumkan dengan pembulatan sampai dua angka di belakang koma.
"Hasil TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dalam rentang nilai 200 (dua ratus) sampai dengan 800 (delapan ratus) dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang koma," demikian ketentuan dalam pedoman tersebut.
Hasil TKA tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga dikelompokkan ke dalam kategori capaian kemampuan. Berdasarkan pedoman penyelenggaraan TKA 2026, kategori capaian dibagi menjadi Kurang, Memadai, dan Baik. Di luar tiga kategori tersebut terdapat predikat Istimewa bagi peserta yang memenuhi batas skor yang telah ditetapkan.
Untuk peserta SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, predikat Istimewa diberikan kepada peserta yang mendapatkan skor minimal 725,00 pada setiap mata uji. Namun, angka 725 bukan merupakan skor tertinggi TKA. Batas nilai tersebut digunakan sebagai ketentuan untuk mendapatkan predikat Istimewa, sedangkan skor yang masih dapat dilaporkan mencapai 800.
Cerita di Balik Angka yang Belum Diceritakan Kompetitor
Jika sebagian besar pemberitaan berhenti pada judul "Skor TKA Berubah Jadi 200-800", ada cerita yang lebih panjang di balik angka itu. Inilah narasi yang belum banyak diceritakan:
1. 725 Bukan Sekadar Angka, Tapi Ambang Kepercayaan Diri
Banyak siswa mengira 725 adalah nilai maksimal. Padahal 725 adalah pintu masuk menuju predikat Istimewa. Artinya, pemerintah memberi ruang bagi siswa untuk melampaui batas itu hingga 800. Narasi ini penting: TKA bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membedakan kemampuan secara lebih halus. Siswa yang meraih 726 dan 795 sama-sama Istimewa, namun keduanya tetap mendapat pemetaan kemampuan yang berbeda untuk seleksi PTN.
2. IRT: Ketika Dua Siswa dengan Jawaban Benar Sama Bisa Dapat Skor Beda
Kompetitor jarang menjelaskan mengapa skor baru menggunakan IRT. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memaparkan metode pengolahan nilai TKA menggunakan Item Response Theory atau Model 2 Parameter Logistics.
Kepala BSKAP Toni Toharudin menjelaskan bahwa metode IRT memberikan hasil penilaian yang lebih adil dan informatif karena mempertimbangkan tingkat kesulitan soal.
"Dalam hal metode pengolahan TKA, kami analisis scoring TKA ini menggunakan pendekatan item respon theory, dengan menggunakan model dua logistik parameter, sehingga kemampuan murid ini bisa dibedakan secara lebih adil dan juga sangat informatif," tuturnya.
Metode IRT memungkinkan siswa dengan jumlah jawaban benar yang sama memperoleh skor berbeda. "Dengan pendekatan ini murid dengan jumlah jawaban benar yang sama itu dapat memperoleh skor yang berbeda karena tadi, melihat tingkat kesulitan dan juga karakteristik setiap soal," jelas Toni. Dua siswa dengan 20 jawaban benar bisa mendapat 685 dan 720, tergantung apakah ia menjawab soal sulit atau mudah.
3. Simulasi Gratis: Dari Harus Beli Buku ke Akses Merata
Dulu tryout TKA identik dengan membeli buku kumpulan soal. Kini Kemendikdasmen menyediakan simulasi TKA gratis melalui platform “Ayo Coba TKA” yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh siswa.
Portal latihan TKA dapat terakses melalui situs resmi, https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka. Pada halaman tersebut, siswa dapat memilih menu “Ayo Coba TKA!” yang berisi berbagai soal latihan untuk simulasi tes.
Kemendikdasmen juga menyediakan alternatif di Rumah Pendidikan (Ruang Murid) di https://rumah.pendidikan.go.id/. Kedua platform menyediakan materi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Ini menjadi cerita tentang pemerataan: siswa di kota besar dan di daerah 3T mengakses soal yang sama, tanpa biaya.
4. SMK 69 Pilihan: Ketika TKA Tidak Lagi Hanya Milik SMA
Sebelumnya TKA SMK hanya identik dengan 19 mapel pilihan. Kini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi menambah jumlah mata pelajaran pilihan dalam TKA jenjang SMA/SMK/sederajat tahun 2026 menjadi 69 mata pelajaran.
Penambahan tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi siswa, khususnya peserta didik SMK, agar dapat memilih mata pelajaran yang sesuai dengan program keahlian, bakat, serta minat mereka.
Meski jumlah mata pelajaran bertambah, setiap siswa tetap hanya diperbolehkan memilih dua mata pelajaran pilihan dalam pelaksanaan TKA. “Tetapi tetap, dari total 69 mata pelajaran pilihan, setiap murid hanya memilih dua,” ujar Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan.
Artinya, TKA SMK kini punya 2 mapel pilihan yang dievaluasi sesuai karier: salah satunya Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan yang menguji kemampuan merancang produk, mengelola usaha, dan inovasi.
Simulasi 21-27 September: Link Resmi dan Alur yang Perlu Diketahui
Pendaftaran TKA dibuka sampai 27 September 2026. Setelah itu, tahap simulasi dijadwalkan pada 21-27 September 2026, dilanjutkan gladi bersih pada 5-18 Oktober 2026.
Berdasarkan jadwal terbaru, pendaftaran peserta TKA dan AN berlangsung pada 27 Juli s.d. 27 September 2026. Simulasi akan dilaksanakan pada 21 s.d. 27 September 2026.
Guna memastikan keamanan data serta validitas soal, peserta diwajibkan mengakses portal resmi yang disediakan pemerintah. Tautan resmi simulasi TKA 2026 dapat dikunjungi melalui https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka. Selain itu, terdapat jalur alternatif melalui portal https://rumah.pendidikan.go.id/.
Alur simulasi:
- Buka link resmi: https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
- Pilih jenjang SMA/SMK
- Pilih mata pelajaran: Bahasa Indonesia Wajib & Literasi, Bahasa Inggris Wajib, Matematika Wajib & Numerasi, atau 2 mapel pilihan
- Klik "Mulai Simulasi" – sistem menyerupai ANBK/TKA asli
- Kerjakan 30 soal Bahasa Indonesia dalam 75 menit, atau 25 soal Matematika dalam 75 menit
- Hasil simulasi langsung keluar sebagai bahan evaluasi, bukan nilai resmi
Pendaftaran peserta TKA untuk jenjang SMA dan SMK sendiri masih dibuka hingga penutupan masa simulasi pada 27 September 2026 mendatang.
Link Resmi dan Alur Simulasi TKA 2026
Guna memastikan keamanan data serta validitas soal, peserta diwajibkan mengakses portal resmi yang disediakan pemerintah. Tautan resmi simulasi TKA 2026 dapat dikunjungi melalui https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.
Selain itu, terdapat jalur alternatif melalui portal https://rumah.pendidikan.go.id/. Pada laman tersebut, tersedia fitur khusus bertajuk “Ayo Coba TKA” yang dikembangkan sedemikian rupa agar menyerupai aplikasi ujian asli ANBK atau TKA.
Kemendikdasmen menyediakan simulasi TKA melalui platform “Ayo Coba TKA” yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh siswa. Menurut AcehGround, langkah akses simulasi TKA sangat mudah: kunjungi laman simulasi resmi.
Kemendikdasmen juga menyediakan portal latihan TKA secara gratis yang dapat diakses melalui tautan https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ pada menu "Ayo Coba TKA!". Portal latihan TKA ini bertujuan untuk membantu peserta memahami kerangka soal yang akan diujikan.
Alur akses:
- Buka https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
- Pilih jenjang SMA/SMK
- Pilih mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, atau pilihan)
- Klik Mulai Simulasi – tanpa registrasi rumit
- Alternatif: buka https://rumah.pendidikan.go.id/ > Ruang Murid > Latihan Soal > Simulasi TKA
4 Hari Ujian, 30 Soal Bahasa Indonesia: Format Baru yang Lebih Manusiawi
Pemerintah menetapkan pelaksanaan TKA SMA/SMK/sederajat tahun 2026 terbagi ke dalam beberapa gelombang. Perubahan format ini dilakukan untuk mengevaluasi sistem ujian tahun sebelumnya yang dinilai terlalu padat.
"Tahun ini untuk mata pelajaran wajib tidak lagi diujikan (dalam) satu hari, tapi satu hari satu mata pelajaran karena kemarin satu hari tiga mata pelajaran banyak yang mengeluh," kata Rahmawati.
Pada hari pertama ujian, peserta akan mengikuti latihan selama 5 menit, dilanjutkan materi Bahasa Indonesia wajib dan literasi sebanyak 30 soal selama 75 menit, serta diakhiri survei karakter AN selama 25 menit.
Rincian format:
- Hari 1: Bahasa Indonesia Wajib & Literasi 30 soal 75 menit + Survei Karakter 25 menit
- Hari 2: Bahasa Inggris Wajib 30 soal 75 menit + Survei Lingkungan Belajar 25 menit
- Hari 3: Matematika Wajib & Numerasi 25 soal 75 menit
- Hari 4: 2 Mapel Pilihan, masing-masing 25 soal 60 menit
60 Soal TKA Bahasa Indonesia dan Kunci: Latihan yang Bisa Diakses Gratis
Sebagai bekal, Kemendikdasmen menyediakan 60 contoh soal TKA SMA Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika lengkap dengan kunci jawaban di platform tryout gratis.
Contoh soal Bahasa Indonesia mencakup ejaan, kalimat efektif, sinonim, antonim, majas personifikasi, hiperbola, dan pemahaman teks. Seperti: "Kalimat yang menggunakan ejaan dengan benar adalah…" dengan jawaban "Ia tak akan bisa melupakan masa-masa indah di SMA-nya."
Link Portal Latihan TKA Gratis dari Kemendikdasmen tersedia tanpa perlu beli buku latihan. Siswa dapat berlatih di Ayo Coba TKA untuk mengenali pola soal literasi yang menekankan penalaran, bukan hafalan.
Dari Simulasi ke Seleksi PTN: TKA Sebagai Validator SNBP
Nilai tes kemampuan akademik resmi menjadi salah satu syarat utama pendaftaran jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP). Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok menjelaskan, penggunaan nilai TKA dalam syarat pendaftaran SNBP 2026 sebagai validator nilai rapor.
“Nilai TKA ini buat kami sangat menjadi penting sebagai validator nilai raport,” kata Eduart.
Peserta nantinya dapat mengakses hasil secara mandiri tanpa harus menunggu pengumuman dari sekolah. “Tidak hanya satuan pendidikan yang bisa mengakses hasil dari semua murid peserta TKA, tapi setiap individu peserta TKA juga dapat melihat hasilnya secara individu masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu pengumuman dari kepala sekolah,” tutur Rahmawati. Hasil diumumkan 23 Desember 2026.
Baca juga: Cara Memilih Mapel Pilihan pada TKA SMA 2026: Strategi Agar Linear dengan Prodi SNBP 2027







0 Komentar