Presiden Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran di 288 Ribu Sekolah

Dec 9, 2025

Presiden meresmikan program masif percepatan digitalisasi pembelajaran di 288.000 sekolah dasar dan menengah. Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ekosistem digital dan mempercepat capaian Merdeka Belajar di seluruh Indonesia.

Presiden Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran di 288 Ribu Sekolah

JAKARTA, INFOPENDIDIKAN.BIC.ID – Presiden Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program percepatan transformasi pendidikan digital berskala masif, yang menargetkan peningkatan ekosistem digital pembelajaran di 288.000 satuan pendidikan dasar dan menengah. Peluncuran ini menegaskan kembali bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan jalur utama dan program prioritas nasional tahun 2025 untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang adaptif terhadap era digital.  

Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan digital yang selama ini menghambat pemerataan kualitas pendidikan dan diharapkan menjadi katalis percepatan capaian program Merdeka Belajar di seluruh wilayah.

Membangun Ekosistem Digital di 288 Ribu Sekolah

Keputusan Presiden untuk memimpin langsung peluncuran program ini mencerminkan tingginya urgensi nasional terhadap reformasi pendidikan berbasis teknologi. Dengan menargetkan 288.000 sekolah , program ini menjangkau ribuan wilayah, mulai dari perkotaan hingga daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).  

Transformasi yang diusung berfokus pada peningkatan ekosistem digital pembelajaran, yang tidak hanya mencakup penyediaan perangkat keras (seperti komputer dan tablet) dan konektivitas (akses internet), tetapi juga penguatan platform digital, konten edukasi, dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar.

Digitalisasi Pembelajaran sebagai Akselerator Merdeka Belajar

Dalam pidato peluncurannya, pemerintah menekankan bahwa digitalisasi pendidikan dipandang sebagai jalur tercepat untuk mencapai capaian fundamental dari filosofi Merdeka Belajar. Beberapa elemen kunci dari Merdeka Belajar yang didukung oleh digitalisasi meliputi:  

  1. Personalisasi Pembelajaran: Platform digital memungkinkan guru untuk menyajikan materi dan tugas yang disesuaikan dengan kecepatan dan gaya belajar individu siswa, alih-alih pendekatan seragam.
  2. Asesmen Adaptif: Digitalisasi memfasilitasi pelaksanaan asesmen yang lebih cepat, efisien, dan adaptif, memberikan data real-time mengenai kemajuan siswa kepada guru dan kepala sekolah.
  3. Manajemen Sekolah Efisien: Sistem digital membantu pengelolaan administrasi, absensi, dan data rapor pendidikan menjadi lebih efisien, membebaskan waktu guru untuk fokus pada interaksi pedagogis.

Strategi Multi-pihak

Mencapai target masif 288.000 sekolah dalam waktu cepat merupakan tantangan logistik yang monumental. Untuk itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) telah menegaskan bahwa Kolaborasi Multipihak adalah kunci utama untuk mempercepat terciptanya SDM unggul di era digital.  

Strategi kolaborasi ini menuntut sinergi aktif dari berbagai pihak:

  • Pemerintah Daerah: Memiliki peran krusial dalam memastikan konektivitas lokal dan keamanan infrastruktur yang disediakan.
  • Sektor Swasta: Diharapkan berpartisipasi aktif dalam penyediaan perangkat, konten digital berkualitas, dan dukungan teknis.
  • Komunitas Pendidikan: Para kepala sekolah dan guru harus menjadi subjek aktif dalam adopsi dan pemanfaatan teknologi, bukan sekadar objek penerima bantuan.

Kolaborasi ini sangat penting untuk mengatasi permasalahan utama di lapangan, seperti kendala listrik dan jaringan di wilayah terpencil, serta memastikan keberlanjutan dukungan teknis pasca-instalasi. Tanpa dukungan kuat dari Pemerintah Daerah, program digitalisasi berisiko hanya menjadi proyek pengadaan perangkat tanpa dampak signifikan pada kualitas pembelajaran.

Kesiapan Kurikulum dan Tenaga Pendidik

Peluncuran digitalisasi pembelajaran ini juga sangat relevan dengan kebijakan kurikulum nasional terbaru, yaitu penetapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan yang dimulai dari Kelas 5 SD.  

Kurikulum AI dan Koding, yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang kritis, produktif, dan beretika dalam teknologi , mustahil diimplementasikan tanpa fondasi digital yang kuat. Program digitalisasi 288.000 sekolah inilah yang menyediakan basis infrastruktur agar guru mampu mengajarkan materi teknologi mutakhir tersebut, dan siswa dapat melakukan praktik langsung yang mendukung penguatan talenta di bidang STEM dan AI.  

Keberhasilan program ini akan diukur bukan hanya dari jumlah sekolah yang menerima bantuan perangkat, tetapi dari peningkatan signifikan dalam literasi digital guru, peningkatan kualitas proses pembelajaran, dan pada akhirnya, peningkatan hasil belajar siswa di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Tag: digital

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *