926 Sekolah di Kalsel Rusak Akibat Banjir, Penanganan Darurat Diprioritaskan

Jan 15, 2026

Data terkini mencatat 926 sekolah di Kalimantan Selatan rusak akibat banjir. Pemerintah menetapkan satuan pendidikan terdampak sebagai prioritas penanganan darurat untuk memulihkan infrastruktur dan KBM.

926 Sekolah di Kalsel Rusak Akibat Banjir, Penanganan Darurat Diprioritaskan

Oleh: Tim Redaksi

Info Pendidikan BIC, 15 Januari 2026 – Dampak banjir besar yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) ternyata sangat memukul sektor pendidikan. Data terkini yang dirilis oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel mencatat sebanyak 926 satuan pendidikan, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK, mengalami kerusakan infrastruktur akibat genangan air. Pemerintah daerah pun langsung menetapkan seluruh sekolah terdampak sebagai prioritas utama penanganan darurat.

Kondisi ini menjadi fokus utama penyelenggara pendidikan setelah banjir surut, guna memastikan bahwa proses Belajar Mengajar (KBM) dapat segera normal kembali. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari perabot kelas yang hanyut, dinding yang jebol, hingga buku-buku pelajaran yang tidak bisa digunakan lagi.

Pemetaan Kerusakan dan Kategori Penanganan

Tim percepatan penanganan bencana pendidikan yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Kalsel saat ini tengah melakukan verifikasi lapangan yang masif. Dari total 926 sekolah terdampak, sebagian besar berada di wilayah rawan banjir yang rutin terendam setiap tahun.

Berdasarkan hasil survei awal, kerusakan dikategorikan menjadi tiga tingkat. Pertama, kerusakan ringan yang meliputi kotoran lumpur dan kerusakan perabot ringan. Kedua, kerusakan sedang seperti atap bocor atau plafon jebol. Ketiga, kerusakan berat di mana struktur bangunan ambrol atau terendam air dalam waktu lama sehingga membahayakan jika digunakan.

"Prioritas kami saat ini adalah membersihkan lumpur dan memperbaiki sanitasi agar sekolah layak pakai. Untuk sekolah yang rusak berat, kami akan menerapkan sistem merger atau menggunakan gedung sekolah terdekat yang aman sambil menunggu perbaikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel dalam keterangan persnya, Rabu (15/1).

Dampak banjir tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mengganggu kelancaran administrasi pendidikan. Banyak dokumen penting siswa dan guru yang basah terendam air, memaksa pihak sekolah untuk melakukan rekapitulasi ulang data secara cepat.

Antisipasi Learning Loss dan Trauma Siswa

Salah satu konsekuensi terbesar dari bencana banjir ini adalah terhentinya KBM yang berpotensi menyebabkan learning loss atau hilangnya masa belajar bagi siswa. Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Pendidikan Kalsel mengimbau seluruh sekolah untuk tetap melakukan interaksi belajar meskipun gedung sekolah belum bisa dipakai.

Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau learning from home diaktifkan kembali sementara waktu bagi daerah yang masih sulit dijangkau. Namun, bagi daerah yang jaringan internetnya terputus, guru diharapkan melakukan kunjungan rumah belajar atau menggunakan masjid/balai desa sebagai ruang kelas darurat.

Selain aspek akademik, aspek psikologis siswa juga menjadi perhatian. Pengalaman mengungsi dan kehilangan barang bawaan di sekolah berpotensi menimbulkan trauma. Konselor sekolah diminta untuk aktif melakukan trauma healing agar siswa siap kembali ke rutinitas belajar.

Integrasi dengan Program Revitalisasi Nasional

Penanganan 926 sekolah rusak di Kalsel ini sejalan dengan komitmen nasional terkait program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelumnya telah menyatakan bahwa sekolah di wilayah bencana menjadi prioritas penerima bantuan perbaikan pada 2026.

Data yang dikumpulkan dari lapangan ini akan diintegrasikan ke dalam pusat data nasional agar segera mendapatkan anggaran perbaikan dari APBN maupun APBD. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi sekolah yang kondisinya memprihatinkan, terutama akibat bencana, tanpa adanya tindak lanjut perbaikan.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peta zonasi risiko bencana dalam perencanaan pembangunan sekolah baru ke depan. Langkah ini diambil untuk mencegah agar peristiwa kerusakan sekolah akibat banjir tidak terulang setiap tahun secara berulang-ulang.

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Tag: bencana

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *