Waspada, Ini 9 Tanda Anak Mengalami Kesulitan Belajar yang Wajib Diwaspadai Orang Tua & Guru SD-SMP

Agu 7, 2026

detikEdu rilis 9 tanda anak kesulitan belajar dari aspek kognitif, bahasa, dan perilaku. Mulai dari sulit baca tulis, konsentrasi pendek, hingga menarik diri. Deteksi dini penting agar tidak berdampak pada kepercayaan diri.

Tanda anak mengalami kesulitan belajar jenajng SD-SMP

Sorotan utama:

  • 9 tanda utama kesulitan belajar: sulit membaca (disleksia), sulit menulis (disgrafia), sulit berhitung (diskalkulia), serta gangguan bahasa, konsentrasi, dan motorik halus.
  • Gejala perilaku yang wajib diwaspadai: rentang konsentrasi pendek, mudah lupa arahan, menghindari PR, frustrasi saat belajar, hingga kepercayaan diri rendah dan menarik diri.
  • Deteksi dini sejak prasekolah: tanda muncul sejak usia 3-5 tahun (sulit pegang krayon/gunting, sulit pilih kata) dan makin jelas di SD-SMP saat prestasi menurun meski sudah giat.
  • Bukan karena malas atau tidak pintar: kesulitan belajar bersifat neurologis dan butuh intervensi gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) serta konsultasi psikolog, bukan dimarahi.

Prestasi si kecil kian menurun di sekolahnya? Hampir semua orang tua ingin buah hatinya tumbuh pintar, tapi tidak semua anak memiliki kemampuan di atas rata-rata, bahkan ada yang mengalami kesulitan belajar hingga prestasinya menurun, dengan 9 tanda utama yang wajib diwaspadai sejak jenjang SD-SMP.

Kesulitan belajar dapat dikatakan sebagai gejala gangguan psikologis karena dalam hal ini anak memiliki fisik yang sempurna akan tetapi sulit menerima pelajaran dengan baik.

Menurut psikolog, anak-anak yang berjuang secara akademis sering kali mengalami kepercayaan diri yang rendah (ketidakberdayaan yang dipelajari), keterampilan metakognisi yang buruk, dan ketidakmampuan untuk menemukan strategi belajar mereka sendiri.

Kesulitan belajar bukan berarti menandakan bahwa anak tersebut tidak pintar. Jadi, sebagai orang tua Anda tak perlu merasa cemas, tapi perlu kenali polanya.

9 Tanda Anak Mengalami Kesulitan Belajar

1. Kesulitan Membaca (Disleksia) - Huruf Terlihat Terbalik

Salah satu kesulitan yang paling umum terjadi pada anak-anak adalah kesulitan membaca. Individuals with Disabilities Act (IDEA) membagi kesulitan belajar dalam membaca menjadi dua, yakni ketidakmampuan membaca yang melibatkan keterampilan dasar dan ketidakmampuan membaca yang melibatkan keterampilan berpikir kompleks.

Keterampilan dasar diperlukan untuk memahami huruf, suara, dan kata-kata, sedangkan keterampilan kompleks diperlukan untuk mencerna frasa dan arti dari kalimat yang muncul.

Menurut dr. Andika Widyatama, anak disleksia melihat huruf atau kata seperti terbolak-balik. "Misalnya, huruf 'b' terlihat seperti 'd'. Dan hingga kini, belum dapat dipastikan penyebab dari disleksia."

Waspadai jika: Mengenal huruf saja sudah menjadi tantangan besar, sulit bedakan "p" dan "q", "b" dan "d", serta kesulitan mengingat urutan huruf.

2. Kesulitan Menulis (Disgrafia) - Tulisan Berantakan Melewati Garis

Ketidakmampuan dalam keterampilan menulis dasar termasuk kesulitan berbasis neurologis. Hal ini menandakan bahwa ada yang tidak beres dari pengaturan pemikirannya, bukan karena malas.

Anak-anak yang kesulitan menulis atau mengalami disgrafia juga akan sulit memegang pensil atau pulpen serta kesulitan dalam menulis lurus. Biasanya, tulisan penderita akan melewati garis pembatas dan cenderung berantakan.

3. Kesulitan Berhitung (Diskalkulia) - Sulit Pahami Konsep Angka

Selain kesulitan membaca, salah satu kesulitan belajar yang paling umum dialami adalah berhitung. Anak-anak dengan diskalkulia mungkin mengalami kesulitan memahami konsep-konsep terkait angka atau simbol dan fungsi dalam pelajaran matematika.

Anak mengalami kesulitan dalam mengingat fakta-fakta secara cepat dan memahami nilai tempat.

4. Kesulitan Bahasa dan Komunikasi - Sulit Memilih Kata yang Tepat

Ada beberapa jenis ketidakmampuan belajar anak dalam berbahasa, ada yang tidak mampu memahami percakapan orang lain, ada yang tidak mampu mengeluarkan bahasa lisan. Bahkan ada pula yang tidak mampu melakukan keduanya.

Gangguan yang kerap dikaitkan adalah gangguan bahasa reseptif, yaitu sulit memahami pesan dalam bahasa lisan maupun tertulis. Ciri gangguan belajar pada anak usia 3-5 tahun: kesulitan memilih kata yang tepat ketika berbicara dan kesulitan belajar mengenal huruf, angka, warna, bentuk, dan nama-nama hari.

5. Rentang Konsentrasi Pendek & Mudah Teralihkan

Psi, psikolog di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, menjelaskan: "Rentang konsentrasi anak yang pendek dan sulit bertahan lama saat belajar. Sehingga, anak mudah sekali terdistraksi oleh berbagai hal apapun yang ada di sekitarnya."

Ini sering terlihat seperti kurang fokus pada pekerjaannya, tidak menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang diberikan, mudah teralihkan dengan hal lain.

6. Mudah Lupa & Sulit Mengikuti Arahan Sederhana

Biasanya anak juga akan mudah lupa terhadap info yang baru saja ia pelajari.

Tanda lain pada usia prasekolah: sulit mengikuti arahan atau rutinitas belajar, kesulitan menemukan kata yang tepat. Mereka dapat menarik diri dari lingkungan, kehilangan motivasi belajar.

7. Kesulitan Motorik Halus - Sulit Pegang Krayon, Gunting, Kancing

Tanda dan gejala pada usia prasekolah: kesulitan mengendalikan krayon, pensil, gunting, atau mewarnai di dalam garis. Mengalami kesulitan saat menggunakan kancing, ritsleting, atau belajar mengikat sepatu.

Pada anak usia pra-sekolah, gejala juga bisa dikenali bila ia kesulitan dalam koordinasi gerakan motorik seperti sering terjatuh, sering menabrak benda, atau sering tersandung.

8. Menghindari Tugas & Perilaku Frustrasi Saat Belajar

Anak-anak terkadang memiliki masalah perilaku yang sulit diatur. Dalam beberapa kasus, masalah dengan perilaku mungkin melibatkan kondisi medis, misalnya sulit fokus terhadap sesuatu.

Fenomena kesulitan belajar seorang anak biasanya tampak jelas: tidak menyukai atau menghindari pekerjaan rumah, tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Dalam beberapa kasus, gangguan perilaku dapat muncul karena frustasi dengan kegiatan belajar.

9. Kepercayaan Diri Rendah, Cemas, dan Menarik Diri

Kurangnya rasa percaya diri membuat peserta didik mengalami kesulitan dalam proses belajar di dalam kelas. Anggapan akan ditertawakan sama teman membuat anak cemas.

Hal ini termanifestasikan dalam bentuk timbulnya kecemasan, frustasi, mogok sekolah, drop out, keinginan untuk berpindah-pindah sekolah karena malu telah tinggal kelas beberapa kali.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua? Intervensi Berbasis Gaya Belajar

Menghadapi anak dengan kesulitan belajar memang harus memiliki kesabaran yang ekstra.

Dilansir dari berbagai sumber, untuk mengatasi anak dengan kesulitan belajar, Anda bisa mengunjungi psikolog atau terapis khusus gangguan belajar anak dan mendaftarkannya pada kursus pelajaran tertentu.

Dijelaskan oleh dr. Anita Amalia Sari, bereksperimen dengan gaya belajar yang berbeda dapat mencegah anak merasa frustasi atau bosan saat belajar.

"Misalnya, untuk memudahkan anak yang memiliki gaya belajar visual mengeja, Anda dapat menuliskan huruf di papan tulis. Sedangkan, untuk anak yang memiliki gaya belajar kinestetik, dapat dibantu dengan meminta menyusun balok huruf."

Jadi, sebagai orang tua, Anda juga mesti mengenali karakteristik atau gaya belajar anak agar kesulitan belajarnya tidak semakin parah.

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Logo BIC Circle s512

Admin BIC

(Tim Konten Pendidikan)

Tentang Penulis:

Admin BIC adalah tim pengelola konten di bawah naungan Bimbingan Belajar Indonesia Cerdas (BIC). Dengan latar belakang pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia pendidikan, Admin BIC terdiri dari para tutor, konsultan pendidikan, dan spesialis konten digital yang berkomitmen menyediakan informasi akurat, praktis, dan bermanfaat bagi siswa, orang tua, maupun pencari kerja.

iklan

Bimbel TKA SMA 2026

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

Bimbel TKA SD-SMP 2027

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *