Sorotan utama:
Apa itu SNT? Sekolah Nasional Terintegrasi adalah program prioritas Kemendikdasmen untuk pemerataan pendidikan bermutu yang menyatukan jenjang dalam satu kawasan.
Poin Penting SPMB SNT 2026:
- Jumlah sekolah: 17 sekolah angkatan pertama tahap awal
- Jadwal pendaftaran: 21-24 Juli 2026
- Kuota: 80 siswa per lokasi, terdiri dari 2 rombel SMP dan 2 rombel SMA @ 20 siswa
- Sistem: Non-asrama / pulang-pergi, gratis
- Skema seleksi: Prestasi akademik dan non-akademik berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Math, Sports) dan Jalur Afirmasi
- Kewenangan seleksi: Sepenuhnya oleh Kemendikdasmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru untuk 17 Sekolah Nasional Terintegrasi angkatan pertama pada 21 hingga 24 Juli 2026 di 17 kabupaten dan kota prioritas di Indonesia, untuk menghadirkan akses pendidikan unggulan yang inklusif tanpa sistem asrama.
“SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya,” ujar Mendikdasmen di Jakarta, Senin (20/7).
Kebijakan ini memiliki nilai berita tinggi karena berdampak langsung pada pemerataan akses. Jika SMA Taruna Nusantara dikenal sebagai sekolah unggulan berasrama, SNT justru dirancang sebagai antitesisnya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti said bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan sekolah unggulan yang tidak menggunakan sistem asrama. Berbeda dengan sejumlah sekolah unggulan lain yang mengharuskan peserta didik tinggal di lingkungan sekolah, program baru ini tetap memungkinkan siswa belajar tanpa harus menetap di asrama. Pemerintah menargetkan pembangunan 100 SNT secara bertahap mulai 2026.
Menurut data lapangan, tiap SNT pada tahap awal akan membuka empat rombongan belajar, terdiri atas dua rombel jenjang SMP dan dua rombel jenjang SMA. Masing-masing rombel menampung 20 siswa, sehingga total 80 siswa per lokasi.
Pembelajaran awal sambil menunggu gedung permanen di lahan hibah 10 hektare akan memanfaatkan fasilitas sementara seperti Balai Latihan Kerja Pecangaan. Pembangunan kampus permanen dijadwalkan Oktober 2026.
Baca juga: Analisis komprehensif transformasi sekolah 2025-2029
Proses seleksi peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kesempatan terbuka bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun nonakademik, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
Jalur Prestasi STEAMS menjadi jalur utama, yang mengadaptasi model penilaian prestasi nasional:
- S - Science: Juara OSN IPA/IPS, lomba riset, karya ilmiah remaja
- T - Technology: Paten sederhana, HKI, juara lomba coding, robotik, penemu teknologi tepat guna yang dibuktikan dengan paten atau hak cipta yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM
- E - Engineering: Lomba desain teknik, jembatan, karya rekayasa
- A - Art: Seni tari, musik, teater, lukis, film pendek, budaya lokal
- M - Mathematics: OSN Matematika, lomba hitung cepat
- S - Sports: Juara olahraga tingkat kabupaten hingga internasional seperti POPNAS atau PON
Dokumen prestasi harus resmi, legal, dan berupa sertifikat 2 tahun terakhir yang diterbitkan lembaga berwenang.
Selengkapnya Tentang Skolah Nasional Terintegrasi
Berdasarkan deskripsi resmi Kemendikdasmen, rangkaian SPMB SNT Angkatan 1 adalah:
- 21-24 Juli 2026: Pendaftaran daring terpusat di portal Kemendikdasmen
- 25-27 Juli 2026: Verifikasi berkas prestasi dan DTSEN
- 28 Juli 2026: Pengumuman hasil seleksi
- 29-31 Juli 2026: Daftar ulang dan komitmen orang tua
- Agustus 2026: Awal kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru
Siswa yang telah bersekolah di tempat lain tetap dapat mengikuti proses seleksi apabila memenuhi persyaratan.
SNT diproyeksikan menjadi upaya pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan bermutu di seluruh Indonesia. Untuk memperluas akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, pemerintah melalui Kemendikdasmen menyiapkan Program SNT sebagai program pemerataan.
Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen








0 Komentar