INFOPENDIDIKAN.BIC.ID – Lanskap pendidikan tinggi Indonesia menunjukkan dinamika yang berfokus pada dua area: memastikan ketersediaan jalur studi lanjutan di tingkat pascasarjana, dan penguatan citra institusi melalui komunikasi publik yang unggul. Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi sorotan dengan dibukanya pendaftaran Program Pascasarjana (S-2/S-3) dan Profesi Gelombang III untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Secara bersamaan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencatatkan prestasi di ranah komunikasi publik, menegaskan pentingnya peran humas universitas dalam membangun reputasi institusi.
PPMB UNAIR: Pendaftaran Pascasarjana dan Profesi Memasuki Gelombang Ketiga
Bagi para profesional dan akademisi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengumumkan jadwal krusial. Pendaftaran Program Pascasarjana (Master dan Doktoral) dan Profesi untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 kini telah memasuki Gelombang Ketiga.
Pendaftaran online untuk Intake Ketiga ini telah dibuka sejak 30 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pada 24 November 2025 pukul 19.00 WIB.
Linimasa Penting Pascasarjana Gelombang III UNAIR:
| Aktivitas | Tanggal Penting |
| Pendaftaran Online | 30 Oktober – 24 November 2025 |
| Batas Verifikasi Dokumen | 25 November 2025 |
| Tes Potensi Akademik & Wawancara | 29 November 2025 |
| Pengumuman Hasil Seleksi | 3 Desember 2025 |
Selain program Master (S-2) dan Doktoral (S-3) reguler, pendaftaran juga masih terbuka untuk program Profesi, Spesialis Kedokteran (PPDS), dan Sub-Spesialis (PPDS2), meskipun batas akhir pendaftaran untuk program Spesialis dan Sub-Spesialis (PPDS/PPDS2) cenderung lebih awal, yaitu 18 November 2025.1
Tingginya permintaan terhadap program Pascasarjana di PTN unggulan seperti UNAIR ini menunjukkan komitmen masyarakat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor. Bagi PTN, pembukaan beberapa gelombang pendaftaran ini juga menjadi strategi untuk memastikan kuota terpenuhi dan menjaga stabilitas operasional kampus.
UPI Raih Penghargaan Humas Terbaik, Penegasan Citra Institusi
Sementara itu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan prestasi non-akademik di tingkat nasional. Pada 13 November 2025, Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI berhasil meraih penghargaan pada ajang Anugerah Media Humas (AMH) 2025. UPI dinobatkan sebagai pemenang terbaik ke-2 untuk kategori Media Audiovisual.3
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) ini diyakini memperkuat pengakuan publik terhadap kualitas komunikasi dan citra UPI.3
Kepala KKIPP UPI, Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., yang menerima penghargaan tersebut, menekankan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif tim, serta berfungsi sebagai dorongan untuk perbaikan berkelanjutan. "Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan belajar yang lebih luas. Masih banyak ruang untuk menyerap inspirasi dan praktik terbaik dari perguruan tinggi maupun instansi lain," ujarnya.3
Signifikansi Komunikasi Publik dalam Pendidikan Unggul
Keberhasilan UPI ini sejalan dengan pandangan bahwa Humas (Hubungan Masyarakat) perguruan tinggi berfungsi sebagai ujung tombak pelayanan komunikasi dan pemelihara citra yang positif di mata masyarakat luas.
Para pakar menilai bahwa dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, Humas harus mampu melakukan framing dan storytelling yang efektif untuk membantu masyarakat menyerap informasi yang akurat mengenai kampus. Terlebih di era digital, di mana kecepatan informasi rentan memicu krisis komunikasi, peran humas menjadi vital dalam menanggapi isu-isu publik dengan prinsip kehati-hatian (empathy first, then followed by logic explanation).
Dengan keberadaan kampus yang kuat di aspek akademik (seperti yang ditunjukkan oleh tingginya permintaan studi pascasarjana di UNAIR) dan aspek komunikasi publik (seperti pengakuan yang diraih UPI), ekosistem pendidikan tinggi Indonesia menunjukkan komitmen yang terintegrasi untuk tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga membangun reputasi institusi yang tepercaya dan relevan di mata publik dan pemangku kepentingan nasional.




0 Comments