Itera Tembus Peringkat 12 Kampus Paling Berkelanjutan di Indonesia

Dec 19, 2025

Itera berhasil tembus peringkat 12 kampus paling berkelanjutan di Indonesia dalam UI GreenMetric 2025. Simak inovasi IWACI dalam pengelolaan sampah terpadu dan teknologi maggot BSF.

Itera Tembus Peringkat 12 Kampus Paling Berkelanjutan di Indonesia

BANDAR LAMPUNG, INFOPENDIDIKAN.BIC.ID – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menorehkan prestasi gemilang di penghujung tahun 2025 dengan berhasil menembus peringkat 12 besar nasional dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mengimplementasikan kebijakan kampus hijau yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah Sumatera.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, S.E., M.I.A., kepada Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., dalam rangkaian seremoni yang digelar di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada 16 Desember 2025. Keberhasilan ini menempatkan Itera bersanding dengan perguruan tinggi papan atas lainnya seperti ITB dan Unpad dalam jajaran 15 besar kampus paling berkelanjutan di tanah air.

Lompatan Prestasi dan Indikator Penilaian Global

Pencapaian Itera pada tahun 2025 menandai tren positif yang berkelanjutan dalam tata kelola lingkungan kampus. Itera berhasil melonjak dari peringkat ke-14 nasional pada tahun sebelumnya menjadi posisi ke-12 di tahun 2025. Di kancah internasional, Itera pun menunjukkan tajinya dengan menduduki peringkat ke-65 dunia—sebuah prestasi luar biasa mengingat jumlah peserta UI GreenMetric 2025 meningkat signifikan menjadi 1.745 universitas dari 105 negara.    

Penilaian UI GreenMetric didasarkan pada 51 indikator spesifik yang mengukur komitmen lingkungan melalui enam kriteria utama. Itera mampu meraih skor tinggi berkat pemenuhan target substantif pada setiap pilar tersebut:

  1. Penataan dan Infrastruktur (Settings & Infrastructure): Fokus pada rasio ruang terbuka hijau dan tutupan lahan hutan kota. Itera dinilai unggul karena konsisten mempertahankan identitas Forest Campus di atas lahan luas yang terjaga keasrian flora Sumatera-nya.
  2. Energi dan Perubahan Iklim (Energy & Climate Change): Menilai penggunaan energi terbarukan dan efisiensi listrik. Itera mendapatkan poin signifikan melalui optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi bersih utama di lingkungan akademik.
  3. Pengelolaan Limbah (Waste): Mencakup program biokonversi limbah padat organik, pengolahan thermal, serta pemanfaatan sampah anorganik. Itera mengusung target Zero Waste Campus melalui hilirisasi sampah menjadi pakan ternak dan pupuk cair.
  4. Penggunaan Air (Water): Menilai program konservasi air, termasuk pemanenan air hujan dan penggunaan kembali air limbah domestik melalui sistem embung yang terintegrasi.
  5. Transportasi (Transportation): Fokus pada pengurangan emisi karbon melalui penyediaan bus kampus, jalur pedestrian yang nyaman, jalur sepeda, serta kebijakan pembatasan kendaraan bermotor pribadi di area inti kampus.
  6. Pendidikan dan Riset (Education & Research): Menilai integrasi kurikulum berkelanjutan, jumlah mata kuliah bertema lingkungan, serta produktivitas publikasi ilmiah internasional yang dihasilkan sivitas akademika Itera terkait mitigasi perubahan iklim.

IWACI: Jantung Pengelolaan Sampah Terpadu

Salah satu pilar utama yang mengantarkan Itera meraih peringkat ke-12 nasional adalah optimalisasi Integrated Waste and Agro Center Itera (IWACI). Fasilitas ini bukan sekadar tempat pemrosesan limbah, melainkan sebuah ekosistem ekonomi sirkular yang mengintegrasikan teknologi pengelolaan sampah dengan sektor agroindustri secara berkelanjutan.

Inovasi unggulan IWACI terletak pada pemanfaatan teknologi biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Melalui metode ini, sampah organik yang berasal dari seluruh penjuru kampus—termasuk sisa makanan dari kantin yang mencapai persentase 24% dari total timbulan harian—diolah secara masif. Larva BSF mampu mereduksi volume sampah organik hingga lebih dari 80% dalam waktu singkat, sekaligus menghasilkan residu (frass) yang berfungsi sebagai pupuk organik berkualitas tinggi. Selain itu, maggot yang telah dipanen diproses menjadi pakan ternak berprotein tinggi untuk mendukung ketahanan pangan lokal di wilayah Lampung.

Manajemen operasional IWACI dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan tim khusus untuk pemilahan sejak dari hulu, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Tak hanya aspek teknis, IWACI juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan riset bagi sivitas akademika. Hal ini dibuktikan dengan adanya program magang Bank Sampah bagi mahasiswa serta kunjungan rutin dari tim asesor akreditasi nasional untuk menilai kualitas riset lingkungan yang dihasilkan.

Prof. Dr. Ir. Yahdi Zaim menekankan bahwa pengelolaan sampah melalui IWACI adalah cerminan budaya Itera dalam menjaga kelestarian alam. "Sampah tidak lagi dianggap sebagai ancaman lingkungan, melainkan peluang ekonomi dan sarana pembelajaran. Citra kampus berkelanjutan sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola sisa konsumsi harian secara cerdas dan terpadu," tegasnya.

Gerakan "Forest Campus" dan Masa Depan Berkelanjutan

Itera secara konsisten mengusung slogan Forest Campus sebagai identitas pembangunan infrastrukturnya. Melalui program LITERA 2025, mahasiswa diajak untuk aktif melakukan aksi bersih sampah plastik dan penanaman pohon di sekitar area embung kampus. Langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk mencetak generasi yang peduli terhadap kelestarian alam demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Wakil Rektor Itera, Arif Rohman, berharap prestasi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar-kampus, tetapi juga memicu kolaborasi nyata antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat lokal di Sumatera. "Capaian peringkat 12 ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan," ujarnya menutup keterangan pers.

Keberhasilan Itera ini juga memberikan sinyal positif bagi pemerataan kualitas pendidikan tinggi di luar Pulau Jawa. Dengan validitas data yang kuat dari super aplikasi "Rumah Pendidikan", pemerintah pusat diharapkan terus mendukung infrastruktur hijau di kampus-kampus daerah guna menciptakan ekosistem belajar yang sehat dan inovatif secara nasional.

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *