Ringkasan:
- Sekolah di Makassar wajib sinkronkan data Dapodik karena NISN siswa bermasalah jadi kendala utama simulasi SPMB
- Simulasi SPMB untuk TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026 sebagai upaya penyempurnaan sistem
- Disdik sediakan server terpisah per jenjang dan grup Telegram resmi untuk layanan pengaduan
- Petunjuk teknis lengkap SPMB Makassar 2026 belum dipublikasikan, begitu pula tenggat mutlak sinkronisasi Dapodik
Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar dan pantauan di berbagai kanal informasi pada pertengahan Mei 2026.
Makassar, 18 Mei 2026 - Dinas Pendidikan Kota Makassar resmi mengimbau seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP untuk segera melakukan pemutakhiran data siswa secara berkala melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan. Imbauan ini disampaikan menyusul ditemukannya sejumlah kendala teknis dalam masa simulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang berlangsung pada 13—14 Mei lalu, dengan persoalan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tidak terbaca di sistem menjadi keluhan utama dari masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa proses pemutakhiran dan sinkronisasi data merupakan bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang tertib, akurat, dan terintegrasi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mengakses informasi melalui kanal-kanal resmi Disdik guna menghindari penyebaran informasi yang tidak valid atau hoaks.
Mengapa Disdik Makassar Desak Sinkronisasi Dapodik dan NISN?
Masalah teknis terbesar dalam simulasi SPMB adalah data NISN siswa yang tidak terbaca karena sekolah belum melaporkan data ke Kementerian Pendidikan. Akibatnya, sistem yang bersumber dari pusat tidak dapat mengenali siswa yang bersangkutan.
Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa sistem SPMB Lontara+ menggunakan data NISN yang bersumber langsung dari Kementerian Pendidikan. Karena itu, setiap sekolah di Kota Makassar diwajibkan memastikan data siswa telah dilaporkan dan diperbarui secara lengkap melalui sistem Dapodik agar dapat tersinkronisasi dengan sistem pusat. "Data yang kami gunakan bersumber dari Kementerian Pendidikan, sehingga sekolah wajib terlebih dahulu melaporkan data siswanya agar dapat terbaca dalam sistem," ujar Gita.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa kendala tersebut bukan berasal dari sistem lokal, melainkan dari data induk siswa yang belum seluruhnya tersinkronisasi dari pusat. Saat ini, Pemerintah Kota Makassar tengah mengidentifikasi sejumlah sekolah yang belum melakukan pelaporan atau pembaruan data secara lengkap. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh peserta didik dapat mengikuti proses SPMB dengan baik.
Achi Soleman menegaskan bahwa validitas data sangat menentukan keterbacaan NISN peserta didik dalam sistem SPMB 2026. "Data yang valid akan memastikan NISN peserta didik tercatat secara resmi dalam sistem SPMB 2026," tegasnya. Karena itu, peran operator sekolah dinilai krusial dalam melakukan sinkronisasi data secara rutin agar seluruh pembaruan dapat terintegrasi dengan sistem Kementerian Pendidikan.
Bagaimana Cara Memastikan NISN Siswa Valid Jelang SPMB?
Kunci utama adalah memastikan sekolah telah melaporkan seluruh data siswa melalui Dapodik ke pusat. Jika NISN siswa tidak muncul saat login, segera koordinasikan dengan operator sekolah untuk melakukan sinkronisasi ulang.
Proses pemutakhiran data ini menjadi langkah krusial untuk memastikan seluruh data peserta didik, mulai dari profil siswa, NISN, hingga akun belajar.id, tercatat valid dan terintegrasi dengan sistem pusat menjelang SPMB 2026. Achi Soleman mengimbau satuan pendidikan untuk bersama-sama memastikan data siswa, terutama kelas akhir, telah diperbarui dan disinkronkan melalui Dapodik.
Bagi orang tua yang mengalami kendala saat login, langkah pertama dan utama adalah menghubungi pihak sekolah tempat siswa terdaftar. Sampaikan permasalahan kepada operator Dapodik sekolah, wali kelas, atau staf tata usaha. Operator memiliki akses ke sistem Dapodik dan aplikasi VervalPD untuk melakukan perbaikan data secara teknis, termasuk mengecek kesesuaian data NISN, nama, dan tanggal lahir, sekaligus melakukan sinkronisasi ulang ke server pusat.
Dalam sistem SPMB 2026 yang terintegrasi dengan aplikasi Lontara+, calon peserta didik yang NISN-nya telah terdaftar di Kementerian Pendidikan akan langsung mendapatkan akun berupa username dan password untuk mengakses sistem. Sementara bagi yang belum terdaftar, diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui formulir yang tersedia.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menyiapkan seluruh dokumen administrasi sejak dini, seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, KTP orang tua, serta ijazah atau surat keterangan lulus dalam bentuk digital. "Kami mengajak seluruh orang tua untuk tidak menunda dan memastikan seluruh dokumen sudah lengkap serta dalam bentuk digital yang siap diunggah," kata Achi Soleman.
Apa Saja Hoaks SPMB yang Harus Diwaspadai Orang Tua?
Disdik Makassar secara tegas mengingatkan masyarakat untuk hanya mengakses informasi SPMB melalui kanal resmi pemerintah. Informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang memicu kepanikan orang tua, patut dicurigai sebagai hoaks.
Achi Soleman mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi yang diterima hanya berasal dari kanal resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar. Untuk memudahkan akses informasi, Disdik menyediakan kanal digital melalui media sosial @disdik.kotamksr, termasuk QR code pada laman resmi serta tautan informasi yang telah disiapkan. Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB 2026, Disdik Kota Makassar juga menyediakan grup Telegram resmi sebagai kanal pembaruan informasi dan layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.
Meskipun Disdik belum merilis daftar spesifik bentuk-bentuk hoaks yang beredar saat ini, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa isu yang sering muncul antara lain terkait kuota sekolah yang tidak mencukupi, adanya jalur pendaftaran khusus berbayar, serta informasi kelulusan palsu. Yang terpenting, masyarakat harus waspada terhadap informasi yang meminta data pribadi di luar kanal resmi atau yang mendorong transfer sejumlah uang untuk "mempermudah" pendaftaran.
Seperti yang pernah terjadi pada SPMB tahun-tahun sebelumnya, Disdik Makassar secara rutin membantah isu-isu liar yang beredar, termasuk kabar tentang ratusan siswa yang tidak terdaftar di Dapodik atau dugaan pungutan liar dalam proses penerimaan siswa baru.
Rincian Juknis SPMB Makassar yang Belum Diumumkan Publik
Hingga pertengahan Mei, petunjuk teknis resmi dan jadwal lengkap SPMB Makassar belum dipublikasikan secara rinci oleh Disdik. Alur pengaduan spesifik bagi orang tua jika NISN anak terdeteksi tidak valid juga belum dijelaskan dalam imbauan terbaru.
Jadwal pendaftaran SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP secara garis besar akan dilaksanakan secara bertahap mulai Mei hingga Juni 2026. Namun, tanggal pasti pembukaan pendaftaran untuk masing-masing jalur (domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi) belum dirinci secara eksplisit dalam pengumuman resmi Disdik.
Mekanisme teknis pengajuan koreksi data bagi siswa yang NISN-nya tidak terdaftar atau mengalami NISN ganda juga belum dipublikasikan. Demikian pula dengan tenggat waktu mutlak sinkronisasi Dapodik yang harus dipatuhi sekolah agar data siswanya dapat terbaca dalam sistem SPMB. Saat ini yang tersedia hanyalah imbauan umum tanpa batas waktu yang jelas. Sama halnya dengan prosedur pengaduan khusus jika situs atau aplikasi mengalami gangguan teknis di luar jam kerja belum dirilis.
Apakah ada sanksi administratif bagi sekolah yang lalai memperbarui data Dapodik hingga menyebabkan siswanya tidak dapat mendaftar SPMB, belum dijelaskan dalam pedoman yang tersedia untuk publik.
Tantangan Operator Sekolah di Makassar Kejar Tenggat Waktu
Para tenaga tata usaha atau operator sekolah tingkat SD dan SMP di berbagai kecamatan di Kota Makassar, misalnya Kecamatan Panakkukang atau Biringkanaya, menghadapi tekanan tinggi saat harus menyinkronkan data di tengah potensi gangguan server Dapodik pusat.
Mereka tidak hanya bertanggung jawab memasukkan data nilai dan profil ribuan siswa, tetapi juga memastikan tidak ada entri ganda atau data yang tidak sinkron dengan database Dukcapil. Sementara itu, server Dapodik pusat yang kadang melambat di jam-jam sibuk turut menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi potensi NISN ganda akibat migrasi data yang menjadi residu dari tahun-tahun sebelumnya, yang penyelesaiannya membutuhkan koordinasi lintas jenjang.
Karena masih ditemukannya sejumlah hambatan, masa simulasi SPMB untuk jenjang TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026. Langkah ini diambil agar masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk mencoba sistem sebelum pendaftaran resmi dibuka. Perpanjangan masa simulasi ini sekaligus memberikan ruang gerak bagi operator sekolah untuk menyelesaikan tugas sinkronisasi data mereka.
Bagaimana Persiapan Infrastruktur Teknis Menghadapi SPMB 2026?
Untuk mengantisipasi potensi gangguan server akibat lonjakan akses saat pendaftaran berlangsung, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan tiga server independen yang dipisahkan berdasarkan jenjang pendidikan: TK, SD, dan SMP.
Jika pada 2025 hanya menggunakan satu server terpusat, kini SPMB 2026 memakai tiga server independen untuk jenjang TK, SD, dan SMP. Langkah ini diambil agar beban akses tidak menumpuk pada satu server saja. Ketiga server telah diuji melalui simulasi beban pengguna (pen-test) beberapa kali untuk memastikan kapasitasnya aman ketika ribuan orang tua mengakses secara bersamaan.
Di sisi lain, Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan juga melakukan optimalisasi pada mekanisme login menggunakan NISN. Sistem diarahkan menjadi lebih human-sentris setelah tim teknis menerima banyak keluhan terkait alur pendaftaran awal yang dinilai membingungkan, terutama bagi orang tua yang baru pertama kali mengakses sistem digital SPMB. "Memang banyak yang bingung dengan flow login awal. Karena itu kami lakukan beberapa penyesuaian supaya lebih ramah bagi pengguna," jelas Andi Gita Namira Patigana.
Achi Soleman menegaskan bahwa seluruh proses SPMB 2026 dirancang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi melalui sistem digital Lontara+, yang juga memungkinkan masyarakat memantau proses pendaftaran secara lebih mudah. "Jadi, ini adalah sistem terintegrasi yang memungkinkan orang tua siswa memantau seluruh proses secara terbuka, transparan, dan akuntabel sejak awal pendaftaran," ucap Achi.
Implikasi ke Depan: Urgensi Kewaspadaan dan Kesiapan Data
Kelalaian dalam memvalidasi NISN dan menyinkronkan data Dapodik bukanlah persoalan sepele. Dampaknya bisa fatal: seorang anak bisa gagal mendaftar ke SMP idamannya hanya karena NISN-nya tidak terbaca di sistem. Sementara kuota sekolah negeri yang terbatas, kegagalan teknis di tahap awal akan sangat merugikan.
Oleh karena itu, orang tua harus mulai aktif memeriksa status data anaknya ke sekolah. Jangan menunggu hingga pendaftaran resmi dibuka untuk bertindak. Manfaatkan masa simulasi yang masih berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini untuk mencoba login dan memastikan tidak ada kendala.
Yang tidak kalah penting adalah komitmen untuk selalu berpatokan pada akun-akun resmi pemerintah kota, seperti Instagram @disdik.kotamksr dan laman spmb.makassarkota.go.id, demi memutus rantai hoaks yang setiap tahun selalu muncul menjelang masa penerimaan siswa baru. Dengan kesiapan data yang matang dan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, proses SPMB 2026 di Makassar diharapkan dapat berjalan lebih tertib dan berkeadilan bagi seluruh warga kota.




0 Comments