OTT KPK Rektor Unsoed Terbongkar: Jual Beli Kursi Kedokteran Rp650 Juta Jadi Pemicu Desakan Hapus Jalur Mandiri PTN

Agu 26, 2026

OTT KPK terhadap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq pada 20 Agustus 2026 membongkar dugaan jual beli kursi Fakultas Kedokteran jalur mandiri hingga Rp650 juta per calon. Perkembangan terbaru 25 Agustus mengungkap kode rahasia, aliran dana Rp680 juta lewat keponakan rektor, dan desakan DPR serta Kemdiktisaintek untuk evaluasi total tata kelola PTN.

OTT KPK Rektor Unsoed Terbongkar: Jual Beli Kursi Kedokteran Rp650 Juta Jadi Pemicu Desakan Hapus Jalur Mandiri PTN

Sorotan utama:

Artikel ini merangkum perkembangan lanjutan OTT KPK di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) per 25 Agustus 2026.

  • Peristiwa: KPK mengamankan 14 orang di Purwokerto dan Jakarta pada 20/8/2026, termasuk Rektor Akhmad Sodiq, Warek I Noor Farid, dan Warek III Norman Arie Prayoga. 
  • Modus: 3 klaster korupsi, termasuk pemerasan Rp650 juta untuk kursi Kedokteran dan gratifikasi Rp680 juta via keponakan dengan kode "jangan diminta di awal, jika dikasih bilang terima kasih".
  • Barang Bukti: Uang tunai Rp665 juta ditemukan di kantong kresek di ruang Kabag Akademik dan saldo rekening Rp99 juta. 
  • Ironi: KPK sempat sosialisasi antikorupsi di Unsoed pada 17 Juli 2026 sebelum OTT. 
  • Dampak: Kemdiktisaintek menunjuk Prof. Ali Rokhman sebagai Plt Rektor mulai 23 Agustus 2026 dan mengamankan 60 barang bukti. 
  • Isu Sistemik: Sosiolog dan DPR menilai kasus ini bukan moral individu, tapi imbas otonomi PTN yang mendorong pencarian dana mandiri lewat jalur mandiri yang rawan korupsi, mirip kasus Unila 2022 dengan tarif Rp100-350 juta. 

PURWOKERTO - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Kamis, 20 Agustus 2026, berkembang menjadi sorotan nasional tentang tata kelola penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sesuai prinsip dasar penulisan berita GMU News Writing Fundamentals yang menekankan inverted pyramid dan 5W+1H, fakta paling krusial adalah siapa yang terlibat, apa modusnya, dan mengapa kasus ini penting bagi publik. Bukan hanya soal penangkapan individu, tetapi soal pola sistemik.

Kronologi OTT: 14 Orang Diamankan dari Purwokerto hingga Jakarta

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan operasi tersebut dengan pernyataan singkat, "Benar (lakukan OTT)". 

OTT berlangsung di dua lokasi, Purwokerto dan Jakarta. Sebanyak 14 orang diamankan, dengan 9 orang di antaranya diperiksa di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. Mereka yang diamankan termasuk Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor I Bidang Akademik Noor Farid, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayoga, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, serta pihak swasta Dian Mulia Wardhana, Adi Wiharto, dan Mulyono alias Nono yang merupakan keponakan Akhmad Sodiq. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut operasi ini terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran. 

Information Gain: Modus 3 Klaster dan Kode Rahasia "Terima Kasih"

Berdasarkan konstruksi perkara KPK per 21 Agustus 2026, kasus ini tidak tunggal. KPK membaginya dalam 3 klaster, ini yang tidak banyak dibahas kompetitor:

Klaster 1 - Pemerasan Langsung: Warek III Norman Arie Prayoga diduga meminta uang Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran. Uang tunai Rp665 juta dan saldo rekening Rp99 juta yang disita ditemukan dalam kantong kresek di ruangan Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto. 

Klaster 2 - Gratifikasi Lewat Keponakan: Pada seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri 2025 dan 2026, Akhmad Sodiq diduga memerintahkan keponakannya, Mulyono (MYN), untuk menerima aliran dana. Mulyono diduga menerima Rp680 juta. 

Modus untuk mengelabui penegak hukum adalah dengan kode. Plh Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan, "ASO memberikan perintah kepada MYN dengan kode 'jangan diminta di awal, jika dikasih bilang terima kasih'". Uang tersebut kemudian diduga dipakai untuk membeli tiga bidang tanah atas nama Mulyono. 

Klaster 3 - Proyek Fiktif: Paket pekerjaan pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung di lingkungan Unsoed yang dikerjakan CV milik Mulyono diduga dialihkan pencairannya ke pihak swasta tertentu sebagai imbalan.

Pada 25 Agustus 2026, perkembangan terbaru menyebut rektor juga memberi pesan khusus ke Mulyono terkait aliran dana tersebut, memperkuat dugaan adanya pengaturan sadar.

Sosok dan Kekayaan Akhmad Sodiq: Lulusan Jerman dengan LHKPN Rp3,12 Miliar

Akhmad Sodiq bukan sosok baru. Ia adalah Guru Besar Ilmu Peternakan, lulusan S1 Peternakan Unsoed, S2 Animal Science di George-August University Jerman, dan S3 di Kassel University Jerman. Ia dilantik sebagai Rektor Unsoed periode 2022-2026 dan kembali dipercaya untuk periode 2026-2030 pada Mei 2026. 

Di tengah sorotan, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi perhatian. Berdasarkan dokumen yang disampaikan pada 19 Maret 2026 untuk periode 2025, total harta bersihnya tercatat Rp3.124.541.326 setelah dikurangi utang Rp175 juta. Sebagian besar berupa tanah dan bangunan senilai Rp2,5 miliar, plus koleksi kendaraan termasuk Toyota Innova 2014. 

Ironi Tata Kelola: Sempat Dapat Sosialisasi Antikorupsi

KPK sempat melakukan sosialisasi antikorupsi di Unsoed. Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo hadir di Rektorat Unsoed pada 17 Juli 2026 bersama 23 peserta audiensi untuk menanamkan nilai antikorupsi sejak bangku kuliah. Sebulan kemudian, OTT terjadi di kampus yang sama. 

Dampak Kelembagaan: Plt Rektor dan 60 Barang Bukti

Kemdiktisaintek bergerak cepat. Mulai Minggu, 23 Agustus 2026, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si. ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed. Ali Rokhman menyebut ini sebagai amanah luar biasa berat dan memastikan Tridharma Perguruan Tinggi tetap berjalan. 

Plt Rektor juga membenarkan adanya penggeledahan dengan 60 barang bukti yang dibawa penyidik, termasuk dokumen terkait jalur mandiri. Aksi mahasiswa pun muncul mendesak evaluasi total. 

Analisis Sistemik: Mengapa Jalur Mandiri Selalu Jadi Ladang Korupsi?

Ini yang membedakan artikel ini dari berita straight news kompetitor. Sosiolog menilai kasus Unsoed bukan sekadar pelanggaran abu-abu individual yang dibiarkan jadi kebiasaan, melainkan akibat struktural dari kebijakan otonomi kampus.

UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi memberi ruang PTN, khususnya PTN-BLU dan PTN-BH, membuka jalur mandiri hingga di atas 40% hingga 60% dari total kuota. Tujuannya mulia, mencari dana mandiri. Namun kajian KPK pada 2023 menunjukkan celah ini rawan. Tanpa transparansi nilai sumbangan dan seleksi, jalur mandiri berpotensi menjadi transaksi.

Pola ini berulang. Kasus Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani pada 2022 mematok tarif Rp100 juta hingga Rp350 juta untuk meluluskan calon mahasiswa jalur mandiri. Kini di Unsoed, angkanya naik menjadi Rp650 juta untuk Kedokteran, fakultas dengan demand tertinggi. 

Desakan Evaluasi dan Wacana Hapus Jalur Mandiri

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan prihatin dan mendesak perbaikan total proses penerimaan mahasiswa baru. 

Dua desakan menguat per 25 Agustus:

  1. Kemdiktisaintek diminta membuat Road Map Antikorupsi PTN: Tidak cukup OTT, harus ada audit tata kelola seleksi mandiri, digitalisasi sistem, dan larangan intervensi rektorat.
  2. Wacana Hapus Jalur Mandiri: Sejumlah pengamat di media sosial menilai jalur mandiri harus dihapus sebelum pendidikan menjadi transaksi murni. DPR menilai jalur mandiri tetap diperlukan, namun sistemnya harus dievaluasi total dengan kuota yang dibatasi dan diawasi eksternal.

Kasus OTT Rektor Unsoed menjadi alarm keras bahwa integritas PTN telah berubah menjadi kapitalis, dan jika tidak dievaluasi, kepercayaan publik terhadap seleksi masuk perguruan tinggi negeri akan runtuh.

Sumber: kpk.go.id

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami? Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Logo BIC Circle s512

Admin BIC

(Tim Konten Pendidikan)

Tentang Penulis:

Admin BIC adalah tim pengelola konten di bawah naungan Bimbingan Belajar Indonesia Cerdas (BIC). Dengan latar belakang pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia pendidikan, Admin BIC terdiri dari para tutor, konsultan pendidikan, dan spesialis konten digital yang berkomitmen menyediakan informasi akurat, praktis, dan bermanfaat bagi siswa, orang tua, maupun pencari kerja.

iklan

Bimbel TKA SMA 2026

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

Bimbel TKA SD-SMP 2027

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *