Direktorat PPG Gelar Pendampingan 172 LPTK 27 Juli 2026 di Jakarta

Jul 28, 2026

Direktorat Pendidikan Profesi Guru menggelar Pendampingan Lembaga untuk memperkuat mutu 172 LPTK melalui revitalisasi PPG pada 27 Juli 2026 pukul 14.21 WIB di Jakarta. Langkah ini dilakukan di tengah implementasi mata pelajaran pilihan baru AI dan Coding di 59.000 sekolah dan berlakunya Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 yang menggantikan standar proses 2022.

Sosialisasi revitalisasi LPTK PPG 2026

Rangkuman:

Entity: Direktorat PPG, Revitalisasi LPTK, Pendidikan Profesi Guru, Permendikdasmen No 1 Tahun 2026
Fakta Kunci:

  • Event: Direktorat PPG Perkuat Mutu 172 LPTK melalui Revitalisasi Pendidikan Profesi Guru 27 Juli 2026 pkl 14.21 di Jakarta
  • Pelaksana: Direktorat PPG, Ditjen GTKPG, Kemendikdasmen, melaksanakan Pendampingan Lembaga
  • Jumlah LPTK: 172 LPTK penyelenggara PPG nasional menjadi sasaran revitalisasi, sebelumnya 168 LPTK hadir dalam workshop tata kelola
  • Konteks Kurikulum: Implementasi mata pelajaran baru Artificial Intelligence dan Coding sebagai mata pelajaran pilihan mulai TA 2025-2026, sebanyak 59.000 sekolah telah disiapkan untuk menjalankan program ini mencakup kurikulum hingga pelatihan guru
  • Regulasi Baru: Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses Pendidikan PAUD, Dikdas, Dikmen, berlaku 5 Januari 2026, menggantikan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022
  • Paradigma Baru: Tiga prinsip pembelajaran Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan dengan tiga pilar perencanaan, pelaksanaan, penilaian
  • Target Nasional: Semua guru tersertifikasi melalui PPG pada 2026, pelatihan offline untuk kualitas

Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, melaksanakan Pendampingan Lembaga untuk 172 LPTK penyelenggara PPG pada 27 Juli 2026 pukul 14.21 WIB di Jakarta, untuk memperkuat mutu Pendidikan Profesi Guru di tengah perubahan besar standar proses dan kurikulum nasional.

Kebijakan revitalisasi LPTK ini memiliki news value Timeliness dan Impact tinggi karena menyangkut kualitas 172 perguruan tinggi pencetak guru dan kesiapan guru menghadapi dua kebijakan besar tahun ini. Sebanyak 59.000 sekolah telah disiapkan untuk implementasi mata pelajaran pilihan AI dan Coding, sementara Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 resmi menggantikan standar proses lama 2022 dengan paradigma baru.

Isi Pendampingan 172 LPTK dan Revitalisasi PPG 27 Juli 2026

Direktorat PPG Perkuat Mutu 172 LPTK melalui Revitalisasi Pendidikan Profesi Guru 27 Juli 2026 pkl 14.21. Jakarta, 27 Juli 2026 — Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melaksanakan Pendampingan Lembaga.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop penguatan tata kelola PPG yang sebelumnya dihadiri 168 LPTK penyelenggara PPG yang diharapkan menugaskan dua delegasi untuk memperkuat sinergi aspek akademik dan tata kelola administrasi sehingga penyelenggaraan PPG dapat berjalan lebih optimal.

Kasubdit Fasilitasi PPG Ana Budi Kuswandani said, melalui kegiatan ini Direktorat PPG berharap tercipta kesamaan persepsi dan kualitas layanan pembimbingan serta pendampingan PPL di seluruh LPTK penyelenggara PPG.

Revitalisasi mencakup tiga aspek: penguatan kurikulum PPG berbasis Permendikdasmen 1/2026, peningkatan kualitas praktik lapangan melalui Bimtek pembimbingan PPL, dan penataan tata kelola kelembagaan. Sementara kebijakan revitalisasi Pendidikan Profesi Guru menjadi tanggung jawab Kemendikdasmen yang dijalankan Direktorat PPG. Menteri Abdul Mu'ti menegaskan agar semua guru sudah tersertifikasi melalui PPG pada tahun 2026. Pelatihannya tidak online tapi offline, karena hasil pelatihannya akan berbeda antara online dan offline.

Tiga Pilar Baru Permendikdasmen No 1 Tahun 2026 Ganti Standar Proses 2022

Pemerintah melalui Kemendikdasmen resmi menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah. Peraturan ini mulai berlaku sejak 5 Januari 2026 dan menggantikan peraturan sebelumnya terkait standar proses pembelajaran, Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022.

Permendikdasmen 1/2026 diterbitkan sebagai bagian dari usaha pemerintah untuk menguatkan kualitas proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga Pendidikan Menengah. Peraturan ini merupakan perwujudan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Pokok-pokok isi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menetapkan pembelajaran harus melibatkan tiga pilar utama: Perencanaan pembelajaran di mana guru harus menyusun RPP yang relevan, Pelaksanaan pembelajaran di mana proses dirancang agar memicu partisipasi aktif murid, dan Penilaian proses pembelajaran yang tidak hanya berbasis tes semata tetapi mengukur ketercapaian secara menyeluruh.

Prinsip Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan

Perubahan Fundamental Standar Proses Pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 mengusung pergeseran filosofi pembelajaran yang berlandaskan pada tiga pilar utama: Berkesadaran membangun motivasi intrinsik murid agar sadar akan tujuan belajarnya, Bermakna menghubungkan materi pelajaran dengan relevansi dunia nyata, Menggembirakan menciptakan suasana positif yang menantang namun seru, bukan yang membuat rendah diri.

Regulasi ini juga mendorong proses penilaian yang lebih transformatif melalui penilaian proses 360 derajat yang melibatkan refleksi guru, rekan sejawat, kepala sekolah, hingga murid. Proses pembelajaran diatur agar lebih humanis, reflektif, dan berorientasi pada murid. Murid diposisikan sebagai subjek aktif pembelajaran yang membangun pengetahuan secara mandiri dan kolaboratif.

Implementasi Mapel Pilihan AI dan Coding di 59.000 Sekolah

Implementasi Mata Pelajaran Baru AI dan Coding ditetapkan Pemerintah melalui Kemendikdasmen sebagai mata pelajaran pilihan mulai tahun ajaran 2025-2026. Program ini akan diterapkan untuk siswa mulai dari kelas 5 SD hingga SMA. Sebanyak 59.000 sekolah di seluruh Indonesia telah disiapkan untuk menjalankan program ini, mencakup penyusunan kurikulum hingga pelatihan khusus bagi para guru.

Kesiapan 59.000 sekolah ini menjadi tantangan bagi LPTK. Guru lulusan PPG harus mampu mengampu logika komputasional, etika AI, dan coding sebagai bagian dari pembelajaran berdiferensiasi. Oleh karena itu, revitalisasi kurikulum PPG memasukkan modul AI dan Coding ke dalam mata kuliah pilihan dan micro-credential bagi calon guru. Direktorat PPG mendorong LPTK untuk tidak hanya mengajar teori, tetapi praktik lapangan di sekolah penggerak yang sudah menjalankan AI-Coding.

Dampak Revitalisasi LPTK bagi Mutu Guru Nasional

Dampak dari Permendikdasmen 1/2026 dan mapel baru ini sangat signifikan bagi 172 LPTK. Peran guru semakin strategis, karena guru tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi fasilitator yang menciptakan suasana belajar bermakna. Penilaian pendidikan menjadi lebih holistik, mengukur ketercapaian kompetensi secara menyeluruh, bukan hanya hasil ujian tertulis.

Bagi PPG Guru Tertentu, orientasi telah diikuti 33.975 guru pada 14 Juli 2026 dan 46 ribu guru tahap 2, sebagai langkah percepatan sertifikasi. Dengan pendampingan lembaga yang terstruktur pada 27 Juli 2026, diharapkan kualitas layanan pembimbingan PPL seragam di seluruh Indonesia, sehingga lulusan PPG siap menghadapi kelas dengan standar proses baru yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan serta mampu mengajarkan AI dan Coding sebagai bekal literasi masa depan.

Sumber: PPG Kemdikdasmen

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Bimbel TKA SMA 2026

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

Bimbel TKA SD-SMP 2027

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

iklan

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *