JAKARTA, INFOPENDIDIKAN.BIC.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan prestasi gemilang dalam kancah internasional melalui rilis resmi Peringkat Global UI GreenMetric 2025 yang diumumkan pada medio Desember 2025.
Institusi pendidikan tinggi Islam ini berhasil menempati peringkat ke-238 dunia sebagai World’s Most Sustainable University, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan posisi ke-316 pada tahun sebelumnya.
Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan posisi UIN Jakarta di level global, tetapi juga menempatkannya pada peringkat ke-31 secara nasional di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan kesadaran lingkungan mampu melahirkan tata kelola kampus yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (Sumber: UI Greenmetric)
Peringkat Global UI GreenMetric 2025, Analisis Skor dan Kinerja Keberlanjutan
Dalam pemeringkatan tahun 2025, UIN Jakarta memperoleh total skor 8.000 dari maksimal 10.000 poin. Dengan raihan 80% dari toDalam pemeringkatan tahun 2025, UIN Jakarta memperoleh total skor 8.000 dari maksimal 10.000 poin, yang berarti telah mencapai 80% dari total capaian kinerja keberlanjutan maksimal.
Pemeringkatan UI GreenMetric sendiri didasarkan pada tiga filosofi dasar, yaitu Environment, Economic, dan Equity (3'Es). Kinerja UIN Jakarta dinilai berdasarkan enam indikator utama dengan bobot penilaian sebagai berikut:
- Penataan dan Infrastruktur (15%): Fokus pada rasio ruang terbuka hijau dan fasilitas ramah lingkungan.
- Energi dan Perubahan Iklim (21%): Penggunaan peralatan hemat energi dan pengurangan jejak karbon.
- Pengelolaan Limbah (18%): Program daur ulang sampah organik dan anorganik.
- Penggunaan Air (10%): Konservasi air dan penggunaan kembali air olahan.
- Transportasi (18%): Kebijakan pembatasan kendaraan emisi dan jalur pedestrian.
- Pendidikan dan Riset (18%): Integrasi kurikulum dan publikasi ilmiah bertema keberlanjutan.
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menyatakan bahwa kenaikan peringkat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika, terutama Tim Green Campus UIN Jakarta. "Kenaikan yang sangat signifikan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kampus ramah lingkungan dengan pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.
Kompetisi Global dan Kepemimpinan Nasional
Edisi ke-15 UI GreenMetric World University Rankings tahun 2025 menjadi ajang kompetisi paling ketat sepanjang sejarahnya, dengan partisipasi mencapai 1.745 universitas dari 105 negara. Skala partisipasi yang luas ini menunjukkan bahwa kesadaran akan isu perubahan iklim, energi bersih, dan konservasi air telah menjadi agenda prioritas kepemimpinan universitas di seluruh dunia.
Pada tahun ini, UI GreenMetric juga memperkenalkan tema baru: “Advancing Sustainable Development Goals in Higher Education: Stories from Our Institutions and Communities”, yang menekankan pada implementasi nyata SDGs dalam kehidupan kampus dan masyarakat sekitar.
Di kancah global, peringkat pertama dunia kembali diraih oleh Wageningen University & Research dari Belanda dengan total skor 9.600, disusul oleh University College Cork (Irlandia) dan Nottingham Trent University (Inggris).
Persaingan di posisi 10 besar dunia didominasi oleh institusi dari Eropa dan Amerika Serikat, seperti University of California, Davis dan University of Connecticut.
Di tingkat nasional, Indonesia menunjukkan dominasi yang kuat di kawasan Asia. Universitas Indonesia (UI) tetap mempertahankan kepemimpinannya sebagai kampus terhijau di Indonesia dengan menempati peringkat ke-19 dunia.
Peta kepemimpinan nasional diikuti oleh Universitas Diponegoro di peringkat ke-23 dunia, Universitas Gadjah Mada di peringkat ke-26 dunia, dan Universitas Negeri Semarang di peringkat ke-28 dunia.
Selain itu, IPB University berada di peringkat ke-33 dunia, disusul oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mencatatkan kenaikan impresif ke posisi ke-39 dunia.
Kehadiran UIN Jakarta di posisi ke-31 nasional membawa dimensi baru dalam kompetisi ini. Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN Jakarta berhasil membuktikan bahwa institusi berbasis keagamaan mampu sejajar dengan perguruan tinggi negeri umum dalam mengadopsi standar teknologi dan manajemen lingkungan kelas dunia.
Hal ini menjadikannya sebagai model referensi (pioneer) bagi PTKIN lainnya dalam mengimplementasikan kebijakan green campus yang inklusif.
Strategi "Go Green" dan Kolaborasi Inklusif
Loncatan peringkat UIN Jakarta tidak terlepas dari kunjungan dan asistensi Tim UI GreenMetric pada Agustus 2025 untuk memperluas program Go Green. Program ini bertujuan menjadikan UIN Jakarta sebagai pionir bagi PTKIN lainnya dalam pengelolaan lingkungan kampus yang inklusif.
Beberapa inovasi yang menjadi poin krusial bagi UIN Jakarta meliputi:
- Hilirisasi Riset Keberlanjutan: Mendorong riset dosen dan mahasiswa yang dapat diterapkan secara nyata untuk ekonomi nasional, bukan sekadar teori akademik.
- Digitalisasi Tata Kelola: Pemanfaatan data presisi dalam memantau penggunaan energi dan air di area kampus.
- Pendidikan Karakter Lingkungan: Mewajibkan literasi lingkungan dalam kurikulum untuk menghapus metode belajar hafalan dan beralih ke penerapan ilmu nyata bagi alam.
Indonesia Emas 2045
Pencapaian dalam Peringkat Global UI GreenMetric 2025 selaras dengan strategi nasional pemerintah melalui Kemenko PMK yang menekankan transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Kampus diharapkan tidak hanya memproduksi pengetahuan (producing knowledge), tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan (applying knowledge) untuk menjaga keberlanjutan bumi.
Dengan anggaran pendidikan nasional 2026 yang disahkan sebesar Rp 769,1 triliun, dukungan terhadap infrastruktur kampus hijau diprediksi akan terus meningkat. UIN Jakarta, melalui capaian ini, telah membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan perubahan iklim global melalui tindakan lokal yang berdampak luas.




0 Comments