Jakarta - Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen menutup masa pendaftaran dan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk SMA/MA/SMK pada 27 September 2026 di Jakarta, setelah pendaftaran dimajukan lebih awal untuk memberi waktu pemutakhiran data Dapodik.
Berdasarkan jadwal terbaru, pendaftaran peserta TKA dan AN berlangsung pada 27 Juli s.d. 27 September 2026. Simulasi akan dilaksanakan pada 21 s.d. 27 September 2026, dilanjutkan gladi bersih pada 5 s.d.18 Oktober 2026.
Jadwal Resmi TKA 2026: Yang Berakhir dan Yang Akan Datang
Buat kamu yang sudah daftar, selamat, kamu aman. Buat yang baru ngeh, catat baik-baik timeline lengkapnya biar tidak ketinggalan lagi:
Pendaftaran: 27 Juli - 27 September 2026
Simulasi: 21 - 27 September 2026
Gladi Bersih Gelombang 1: 5 - 11 Oktober 2026
Gladi Bersih Gelombang 2: 12 - 18 Oktober 2026
Pelaksanaan Utama: 26 Oktober - 8 November 2026
Susulan: 16 - 29 November 2026
Pengumuman Hasil: 23 Desember 2026
Kepala BKPDM Toni Toharudin mengatakan penyesuaian jadwal dimajukan tiga minggu dari rencana semula untuk memberi waktu lebih luas bagi satuan pendidikan melakukan pemutakhiran data setelah Dapodik dibuka 15 Juli 2026.
“Kami ingin memastikan bahwa data yang digunakan benar-benar yang terbaru, sehingga tidak ada murid yang sebenarnya berhak justru tidak masuk sistem akibat datanya belum diperbarui,” ujar Toni di Jakarta, Selasa (7/7).
Jadi, berakhirnya pendaftaran 27 September bukan sekadar tutup formulir, tapi penanda bahwa data peserta sudah final untuk masuk ke tahap simulasi dan gladi.
Perubahan Skor 200-800: Kenapa SMA Beda dengan SD/SMP?
Ini yang bikin banyak siswa bingung. Tahun lalu 0-100, sekarang kok 200-800?
Aturannya jelas di pedoman terbaru: Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs hasil TKA 0,00 sampai 100,00. Sementara untuk jenjang SMA/MA dan SMK/MAK hasil TKA menggunakan rentang 200,00 sampai 800,00.
Kenapa dibedakan? Karena jenjang SMA adalah jenjang yang langsung dipakai untuk seleksi PTN. Rentang 200-800 memberi sebaran yang lebih lebar, mirip sistem SAT. Jadi tidak semua siswa numpuk di nilai 85-90. Selain angka, hasil TKA juga akan keluar dalam bentuk kategori capaian, bukan cuma skor mentah.
Fungsi Kunci di SNBP 2026: Validator, Bukan Eksekutor
Ini poin paling penting dan sering salah paham. TKA itu wajib punya, tapi tidak menentukan lulus atau tidaknya SNBP secara langsung.
Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah menjelaskan mekanisme ini. UI tetap mengandalkan nilai rapor sebagai instrumen utama, sementara nilai TKA diposisikan sebagai validator data.
Heri menegaskan bahwa nilai TKA tidak dimasukkan ke dalam komponen perhitungan skor utama SNBP. “Nilai TKA itu menjadi validator. Validator itu artinya ini nilai rapor, ini ada nilai TKA,” ujar Heri di Kampus UI, Depok, Sabtu (14/2/2026).
Lalu kapan TKA dipakai? Saat ada kasus nilai rapor kembar di batas kuota. Misalnya, daya tampung 100, peringkat 100 dan 101 nilainya sama persis. Nah, yang TKA-nya lebih tinggi yang akan diambil. “Ya berarti kan kita ambil yang TKA-nya bagus. Jadi tidak dipakai untuk menilai, tapi hanya dipakai untuk validasi,” tambah Heri.
UPI juga menegaskan hal yang sama, akan tetap gunakan TKA sebagai salah satu validator nilai rapor. Artinya, rapor kamu tetap jadi bintang utamanya.
Apa yang Harus Dilakukan Siswa Setelah 27 September?
Santai, tapi jangan lengah. Kalau kamu sudah ikut simulasi 21-27 September kemarin, manfaatkan hasilnya buat evaluasi manajemen waktu. Simulasi itu bukan cuma coba soal, tapi juga latihan ngatur waktu.
Selanjutnya, wajib ikut gladi bersih 5-18 Oktober 2026. Ini latihan prosedur, biar pas hari-H 26 Oktober - 8 November kamu tidak grogi sama sistemnya.
Buat yang ketinggalan pendaftaran karena Dapodik belum update, segera hubungi operator sekolah. Masih ada celah di pelaksanaan susulan 16-29 November 2026.
Baca juga: Cara Memilih Mapel Pilihan pada TKA SMA 2026: Strategi Agar Linear dengan Prodi SNBP 2027



