Hasil PISA 2025: Membaca dan Sains Naik ke 365 dan 389, Matematika Turun ke 364

Sep 9, 2026

Indonesia mencatat kenaikan skor membaca menjadi 365 dan sains 389 pada PISA 2025, di saat skor global menyentuh level terendah sejak 2000. Capaian tersebut dibayangi penurunan matematika ke angka 364 yang membawa peringkat turun ke 78 dari 90 negara.

Laporan tabel perkembangan skor PISA Indonesia sejak tahun 2000-2025

Sorotan Utama:

  • Skor resmi 2025: Membaca 365, Sains 389, Matematika 364. Membaca dan sains naik 6 poin dibanding 2022, matematika turun 2 poin.
  • Konteks global: Asesmen diikuti 760.000 siswa 15 tahun di 91 negara dengan capaian terendah sejak 2000.
  • Jurang kompetensi: 63,2% siswa Indonesia masih berada di kelompok low performers sains, jauh di atas rata-rata OECD 25,7%.
  • Akar persoalan numerasi: Siswa mampu menghitung jika rumus tersedia, namun kesulitan mengubah soal cerita sehari-hari menjadi model matematika.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 pada Selasa di Jakarta, yang menunjukkan pemulihan pada literasi dan sains di tengah penurunan global, namun penurunan lanjutan pada numerasi. 

Pengumuman ini memiliki nilai berita tinggi dari sisi timeliness dan impact. Timeliness karena data baru dirilis OECD, proximity karena menyangkut mutu pendidikan nasional, dan impact karena berkaitan langsung dengan arah Kurikulum Merdeka dan target pembangunan pendidikan.

Skor Lengkap dan Peringkat Terbaru

Data Education GPS mencatat rata-rata skor sains siswa Indonesia pada 2025 adalah 389 poin. 

Angka ini membalikkan tren 2022. Pada siklus tersebut, capaian Indonesia tercatat 359 untuk membaca, 366 untuk matematika, dan 383 untuk sains. Penurunan sebelumnya terjadi dari 2018 ke 2022, dengan membaca dari 371 ke 359, matematika dari 379 ke 366, dan sains dari 396 ke 383. 

Posisi Indonesia pada 2022 berada di peringkat 71 untuk membaca, 70 untuk matematika, dan 67 untuk sains dari 81 negara peserta. Pada siklus 2025 dengan peserta 90 negara, peringkat matematika merosot ke urutan 78. 

Tren Global Menurun, Indonesia Berbeda Arah

Laporan internasional menyebut tes tahun 2025 diikuti 760.000 remaja di 91 negara dan mencatat skor membaca, matematika, dan sains pada level terendah sejak 2000. 

Fakta tersebut membuat kenaikan Indonesia relevan. Di tengah perluasan akses pendidikan hingga 90 persen, skor literasi dan sains masing-masing naik enam poin, sementara matematika hanya turun dua poin. 

Menurut Country Note OECD, low performers di sains di Indonesia mencapai 63,2%, sedangkan rata-rata OECD 25,7%. Kondisi ini menandakan mayoritas peserta didik belum mencapai Level 2, ambang minimal untuk berpartisipasi penuh di masyarakat. 

Mengapa Matematika Masih Melemah

Kemendikdasmen dalam konferensi pers paparan data PISA 2025 mengatakan persoalan bukan pada kemampuan hitung prosedural, said Kemendikdasmen.

Siswa Indonesia relatif mampu menyelesaikan soal ketika persamaan atau formula sudah tersedia, tetapi menghadapi kesulitan ketika harus menerjemahkan persoalan kehidupan sehari-hari menjadi model matematika. 

Temuan ini menjelaskan mengapa intervensi literasi lebih cepat terlihat hasilnya dibanding numerasi. Penguatan literasi melalui Kurikulum Merdeka dan Asesmen Nasional sudah berjalan, sementara penalaran matematis membutuhkan perubahan pendekatan pembelajaran.

Ketimpangan yang Memengaruhi Capaian

Laporan OECD mencatat kesenjangan sosioekonomi tetap berpengaruh. Di Indonesia siswa dengan status sosial ekonomi 25% teratas mengungguli siswa 25% terbawah sebesar 34 poin dalam matematika. 

Pada aspek gender, proporsi low performers serupa antara laki-laki 83% dan perempuan 81% untuk matematika, sedangkan untuk membaca proporsi lebih besar pada laki-laki. 

Perbandingan dengan rata-rata OECD juga memperlihatkan jarak. Pada 2022, selisih Indonesia dan OECD tercatat -117 untuk membaca, -106 untuk matematika, dan -102 untuk sains. 

Target Nasional dan Respons Kebijakan

Pemerintah menetapkan target dalam RPJMN 2025-2029 yakni 409 untuk membaca dan 419 untuk matematika. Dengan posisi saat ini 365 dan 364, dibutuhkan lompatan signifikan. 

Sebagai respons, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Selasa (19/8) meluncurkan Gerakan Numerasi Nasional guna mengejar target tersebut. 

Kementerian juga menyiapkan empat pilar tindak lanjut yang mencakup penguatan pembelajaran literasi-numerasi di satuan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, dan pemanfaatan Asesmen Nasional sebagai sistem peringatan dini.

Selanjutnya: Peta Persaingan ASEAN: Filipina Menyalip Indonesia dan Konsistensi Vietnam

Sumber: Kemendikdasmen

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami? Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Logo BIC Circle s512

Admin BIC

(Tim Konten Pendidikan)

Tentang Penulis:

Admin BIC adalah tim pengelola konten di bawah naungan Bimbingan Belajar Indonesia Cerdas (BIC). Dengan latar belakang pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia pendidikan, Admin BIC terdiri dari para tutor, konsultan pendidikan, dan spesialis konten digital yang berkomitmen menyediakan informasi akurat, praktis, dan bermanfaat bagi siswa, orang tua, maupun pencari kerja.

iklan

Bimbel TKA SMA 2026

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

Bimbel TKA SD-SMP 2027

Belajar lebih efektif. Nilai lebih maksimal

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *