Sorotan utama:
- 3.259 anak putus sekolah di Banyuwangi kembali bersekolah hingga Juli 2025
- Skema bantuan: Uang saku Rp150.000/bulan + alat sekolah + transportasi
- Jangkauan: Jemput bola hingga desa marginal di lereng Gunung Ijen
- Dampak: Angka putus sekolah turun dari 1,8% jadi 0,7%[Licin][Ijen][Kalipuro]
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengembalikan 3.259 anak putus sekolah di Banyuwangi ke bangku pendidikan hingga Juli 2025 melalui skema bantuan pendidikan daerah berupa uang saku, alat sekolah, dan pendidikan kesetaraan yang menjangkau anak-anak marginal di lereng Gunung Ijen.
Program inklusi ini diumumkan dalam laporan evaluasi pendidikan daerah di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu [16/7], menurut siaran pers Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Rincian 3.259 Anak Kembali ke Sekolah Formal dan Kesetaraan
Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, dari total 3.259 anak putus sekolah Banyuwangi yang kembali bersekolah, sebanyak 1.842 anak kembali ke pendidikan formal SD dan SMP, sementara 1.417 anak mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di PKBM desa.
Data ini menunjukkan keberhasilan implementasi skema bantuan pendidikan daerah di Banyuwangi yang menyasar anak marginal.
Skema Bantuan: Uang Saku, Alat Sekolah, dan Kelas Fleksibel
Setiap anak penerima bantuan pendidikan Banyuwangi mendapatkan bantuan uang saku bulanan Rp150.000, paket alat tulis dan seragam, serta biaya transportasi.
"Skema ini bukan hanya soal uang, tapi soal mengembalikan hak anak untuk bermimpi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ipuk said untuk anak yang telah bekerja membantu orang tua, pemerintah menyediakan kelas fleksibel sore hari agar tetap bisa belajar.
Jemput Bola hingga Lereng Gunung Ijen
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno mengatakan program ini menggunakan pola jemput bola, bukan menunggu pendaftaran.
"Sebelumnya banyak anak di Licin dan Ijen yang putus karena harus membantu orang tua di kebun kopi. Kami tidak bisa hanya memberi buku," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno.
Suratno said timnya menemukan 412 anak di Kecamatan Licin, Ijen, dan Kalipuro dalam kondisi tidak bersekolah lebih dari 6 bulan selama pendataan door-to-door sejak Januari. Informasi lebih lanjut tentang [program pendidikan kesetaraan] bisa diakses melalui PKBM terdekat.
Dampak: Angka Putus Sekolah Banyuwangi Turun Jadi 0,7%
Menurut pemerintah daerah, tingkat putus sekolah di Banyuwangi turun dari 1,8 persen pada 2023 menjadi 0,7 persen pada pertengahan 2025 setelah bantuan pendidikan daerah berjalan.
Program ini menjadi model pemerataan akses pendidikan di kawasan lereng Gunung Ijen. Data lengkap dapat dilihat di situs resmi banyuwangikab.go.id.






0 Komentar