UTBK-SNBT 2026 Tetap 21–30 April, Tambahan 2 Mei Hanya di UNJ, IPB, dan Pusat Padat Lainnya

Apr 28, 2026

Jadwal pelaksanaan ujian UTBK 2026 secara resmi diperpanjang hingga 2 Mei 2026. Penyesuaian jumlah sesi diterapkan panitia di beberapa area, menambah total sesi nasional dari 20 menjadi 22. Peserta diimbau mengecek jadwal terbaru secara berkala melalui portal resmi SNPMB.

UTBK-SNBT 2026 Tetap 21–30 April, Tambahan 2 Mei Hanya di UNJ, IPB, dan Pusat Padat Lainnya

Jakarta, 28 April 2026 — Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menegaskan jadwal pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 secara nasional tetap berlangsung pada 21–30 April 2026. Penambahan waktu hingga 2 Mei 2026 tidak berlaku merata, melainkan hanya untuk beberapa pusat UTBK tertentu yang mengalami lonjakan pendaftar.

Penyesuaian ini membuat total sesi di lokasi terdampak bertambah dari 20 menjadi 22 sesi. Dua kampus dengan peminat tertinggi di Jabodetabek — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Rawamangun dan IPB University di Bogor — termasuk dalam skenario penambahan tersebut. Para peserta diimbau mengecek jadwal terbaru secara berkala melalui portal resmi SNPMB, karena perubahan bersifat lokal. Artikel ini ditulis berdasarkan pedoman resmi SNPMB dan konfirmasi Pusat UTBK UNJ dan IPB pada 28 April 2026.

Mengapa SNPMB Menambah Sesi Menjadi 22 di Lokasi Tertentu?

SNPMB menambah sesi karena jumlah peserta meningkat signifikan dan sejumlah pusat ujian mencapai kapasitas maksimal sejak hari ketiga pendaftaran. Penambahan dua hari di lokasi padat bertujuan menjaga peserta tetap ujian di kota pilihan, tanpa harus digeser ke provinsi lain.

"Panitia SNPMB menjelaskan bahwa perpanjangan UTBK SNBT 2026 dilakukan untuk mengakomodasi jumlah peserta yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya". Kondisi ini diperparah di pusat favorit. "Beberapa lokasi ujian dilaporkan telah mencapai kapasitas maksimal sejak awal pendaftaran".

"UTBK SNBT 2026 diperpanjang hingga 2 Mei 2026 dari sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 30 April". Konteksnya penting: "Di beberapa pusat UTBK, total sesi mencapai hingga 22 sesi", bukan semua pusat.

Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menegaskan komitmen menjaga lokasi pilihan peserta. Peserta yang memilih UNJ atau IPB tetap diupayakan ujian di kampus tersebut meski kuota awal penuh. Kebijakan ini menghindari biaya tambahan transportasi dan risiko keterlambatan.

Di Mana Saja Penambahan 2 Mei Diterapkan?

Hingga 28 April, daftar resmi pusat dengan sesi tambahan belum diunggah di snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Namun, berdasarkan konfirmasi lapangan, tiga klaster dipastikan menyiapkan tambahan: Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

Di Jakarta, UNJ menjadi pusat paling terdampak. Panitia UNJ mengonfirmasi pada 27 April bahwa mereka menyiapkan dua laboratorium cadangan di Gedung Dewi Sartika dan Fakultas Teknik untuk sesi 1–2 Mei. Tahun lalu, UNJ menampung lebih dari 4.200 peserta, dan tahun ini pendaftar naik sekitar 18 persen. Peserta dari Jakarta Timur, Bekasi, dan Depok yang memilih UNJ sebagai prioritas 1 kini melihat jadwalnya bergeser ke 2 Mei pagi.

Di Bogor, IPB University mengalami situasi serupa. Kampus Dramaga yang biasanya menutup pendaftaran pada hari kelima, tahun ini penuh dalam 72 jam. Koordinator UTBK IPB menyatakan mereka menambah sesi sore pada 1 Mei dan sesi pagi-siang pada 2 Mei. Peserta dari Sukabumi dan Cianjur yang sebelumnya tidak mendapat jadwal kini mendapat slot di IPB, bukan dipindah ke Bandung.

Di Jawa Timur, Pusat UTBK Universitas Negeri Malang (UM) juga menambah dua sesi. Ini relevan bagi peserta luar kota yang sudah memesan tiket pulang 30 April. Mereka kini harus memperpanjang penginapan.

SNPMB menekankan pola ini: penambahan bersifat lokal, berbasis data kapasitas real-time, bukan kebijakan nasional merata.

Bagaimana Cara Memastikan Jadwal Anda Berubah?

Pastikan dengan mengecek kartu peserta, bukan mengandalkan berita umum. SNPMB mengubah sistem menjadi dinamis sejak 25 April.

Pertama, login ke portal SNPMB, unduh ulang kartu peserta. "Informasi mengenai jadwal dan lokasi ujian juga tercantum dalam kartu peserta, sehingga peserta perlu memastikan data yang tertera sudah benar". Jika lokasi Anda UNJ dan tanggal tertulis 2 Mei 2026 sesi 1, berarti Anda masuk kelompok tambahan.

Kedua, perhatikan email notifikasi dari SNPMB. Peserta yang jadwalnya digeser menerima email otomatis dengan subjek "Penyesuaian Sesi UTBK". Ketiga, simpan bukti cetak. "Kartu hanya dapat diunduh setelah pembayaran selesai", dicetak di kertas A4, dan wajib dibawa saat ujian.

Bagi peserta UNJ dan IPB, panitia lokal membuka helpdesk di Instagram @utbkunj dan @utbkipb sejak 26 April untuk menjawab perubahan jadwal. Ini penting karena lalu lintas menuju Rawamangun dan Dramaga padat pada awal Mei menjelang libur.

Dampak untuk Peserta UNJ dan IPB

Dampak paling terasa adalah akomodasi dan psikologis. Peserta UNJ asal Bekasi yang jadwalnya mundur ke 2 Mei harus mengatur ulang cuti orang tua yang mengantar. Biaya parkir di UNJ juga naik saat hari kerja, berbeda dengan akhir April yang masih masa libur sekolah.

Di IPB, peserta dari luar Bogor menghadapi keterbatasan penginapan karena 1–2 Mei berdekatan dengan long weekend. Harga homestay di sekitar Dramaga naik 25 persen. Panitia IPB bekerja sama dengan BEM menyediakan daftar kos harian, namun kuota terbatas.

Secara akademik, penambahan memberi waktu belajar ekstra. "Perpanjangan jadwal UTBK SNBT 2026 memberikan waktu tambahan bagi peserta untuk mempersiapkan diri secara lebih optimal". Namun, peserta juga diingatkan disiplin. "Perubahan ini juga menuntut peserta untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu serta memastikan tidak terjadi kesalahan dalam membaca jadwal ujian".

Apa yang Belum Diumumkan SNPMB?

Hingga sore ini, tiga hal belum dirinci. Pertama, daftar lengkap 12 pusat UTBK dengan 22 sesi belum dipublikasikan. Kedua, mekanisme dispensasi bagi siswa SMA yang jadwalnya bentrok dengan ujian sekolah pada 2 Mei. Ketiga, apakah soal untuk sesi 2 Mei setara secara statistik dengan sesi 21 April.

SNPMB menyatakan bank soal telah melalui equating, tetapi dokumen teknisnya belum diunggah. Tanpa transparansi, muncul spekulasi di media sosial bahwa sesi akhir lebih sulit.

Implikasi ke Depan

Dengan skema lokal ini, jadwal pengumuman hasil SNBT tetap 25 Mei 2026. "Hingga saat ini, jadwal pengumuman hasil SNBT masih tetap sesuai rencana awal". Panitia hanya perlu memproses tambahan sekitar 8–10 persen peserta dari pusat padat.

Ke depan, SNPMB perlu membuka peta kapasitas sejak awal pendaftaran 2027, agar calon mahasiswa tidak memilih UNJ atau IPB secara membabi buta jika kuota cepat penuh. Kampus juga perlu menambah laboratorium permanen, bukan sekadar menyewa ruang kelas.

Bagi Anda peserta: jika kartu masih 21–30 April, abaikan isu 2 Mei. Jika kartu Anda tertulis UNJ atau IPB tanggal 2 Mei, datanglah lebih awal karena lalu lintas Bogor–Jakarta diprediksi padat. Cek portal setiap malam hingga H-1, simpan kartu, dan fokus pada persiapan, bukan rumor.

Penambahan sesi lokal ini membuktikan satu hal: minat masuk PTN melalui jalur SNBT terus tumbuh, dan infrastruktur harus mengejar. Partisipasi semesta dalam pendidikan tinggi dimulai dari memastikan setiap peserta, di UNJ, IPB, maupun UM, mendapat kursi ujian yang adil.at ujian berlangsung.

Ingin terus mendapatkan update seputar dunia pendidikan dari kami?
Ayo gabung ke Saluran WhatsApp Info Pendidikan BIC

Tag: snpmb | utbk

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *