Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membuka pendaftaran Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Disabilitas 2026 pada 28 September 2026 di Jakarta, dengan masa pendaftaran hanya 12 hari hingga 9 Oktober 2026, untuk memperluas akses pendidikan tinggi inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Pendaftaran berlangsung 28 September hingga 9 Oktober 2026. Program ini ditujukan bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Jadwal Ketat ADik Disabilitas 2026: Jangan Sampai Ketinggalan
Kalau kamu penyandang disabilitas yang lagi kuliah, catat baik-baik, karena waktunya mepet banget.
Jadwal ADik Disabilitas 2026
- Pendaftaran: 28 September-9 Oktober 2026
- Verifikasi dan validasi berkas: 10-13 Oktober 2026
- Seleksi ADik Disabilitas: 14-16 Oktober 2026
Pendaftaran Beasiswa ADik Disabilitas 2026 berlangsung pada 28 September hingga 9 Oktober. Setelah pendaftaran ditutup, proses verifikasi dan validasi berkas dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Oktober 2026.
Artinya, setelah kamu didaftarkan kampus, tim pelaksana ADik PPAPT Kemdiktisaintek langsung verifikasi 4 hari saja. Kalau berkas ada yang kurang, langsung gugur. Makanya jangan mepet daftarnya.
Siapa yang Bisa Daftar? Syarat Utama dan 4 Ragam Disabilitas
Beasiswa ADik Disabilitas adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang ditujukan khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas agar dapat menempuh pendidikan tinggi secara inklusif dan setara.
Syarat Wajib Lolos Verifikasi:
- Mahasiswa penyandang disabilitas aktif yang sedang menempuh pendidikan D3 atau D4/S1
- Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk pada prodi terakreditasi
- Tercatat sebagai mahasiswa aktif dalam PDDikti Kemdiktisaintek
- Terdaftar dalam sistem Beasiswa ADik
- Memiliki surat keterangan sesuai kondisi disabilitas
- Tidak sedang menerima bantuan pendidikan atau beasiswa lain yang bersumber dari APBN
“Sesuai dengan pedoman kementerian tentang Beasiswa ADik, terdapat beberapa dokumen yang wajib dilampirkan sebagai syarat utama, di antaranya Surat Keterangan Dokter yang menyatakan bahwa mahasiswa bersangkutan merupakan penyandang disabilitas. Selain itu, data mahasiswa yang mendaftar juga harus tersinkronisasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi,” ujar Dr. Sagaf.
Ragam Disabilitas yang Dicakup:
Beasiswa ini mencakup empat kelompok disabilitas, yakni disabilitas fisik: amputasi, lumpuh layuh atau kaku, paraplegi, cerebral palsy, disabilitas intelektual: lambat belajar, disabilitas grahita, dan Down syndrome, disabilitas mental: psikososial seperti skizofrenia serta disabilitas perkembangan seperti autisme, dan disabilitas sensorik: netra, rungu, dan wicara.
Ragam disabilitas tersebut dapat dialami secara tunggal, ganda, atau multi dalam jangka waktu lama sesuai penetapan tenaga medis. Jadi kalau kamu punya kondisi ganda, tetap bisa daftar, lho.
Dua Bentuk Bantuan: Biaya Kuliah dan Biaya Hidup
Ini yang bikin ADik Disabilitas beda dari beasiswa lain. Penerima dapat dua bantuan sekaligus.
Ada dua bantuan yang diberikan kepada penerima ADik Disabilitas 2026: Biaya pendidikan, disalurkan langsung kepada perguruan tinggi setiap semester dan Biaya hidup, diberikan langsung kepada penerima satu kali setiap semester melalui rekening penerima.
Besaran biaya hidup ditetapkan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT). Jadi kampus tidak potong biaya hidup kamu, langsung masuk rekening.
Cara Daftar: Tidak Bisa Mandiri, Wajib Lewat Kampus
Ini poin paling sering bikin gagal paham. Kamu tidak bisa buka link dan daftar sendiri.
Mahasiswa tidak melakukan pendaftaran secara mandiri. Perguruan tinggi yang akan mengajukan calon penerima melalui sistem Beasiswa ADik. Mahasiswa yang memenuhi syarat dapat menghubungi pengelola beasiswa di kampus masing-masing untuk didata dan didaftarkan.
Sistem Beasiswa ADik dapat diakses melalui laman resmi Kemdiktisaintek. Jadi langkah praktisnya:
- Siapkan surat keterangan disabilitas dari dokter / lembaga kompeten + surat pernyataan format ADik
- Pastikan NIM kamu sudah sinkron di PDDikti
- Datangi bagian kemahasiswaan / pengelola beasiswa kampus sebelum 9 Oktober
- Minta didata dan didaftarkan via SIM ADik
Kalau kamu daftar mandiri tanpa lewat kampus, sistem otomatis tolak.
Kenapa ADik Disabilitas Beda dari ADik Papua dan 3T?
Program ini merupakan bagian dari skema Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk memperluas akses bangku kuliah bagi kelompok rentan dan masyarakat dengan akses terbatas.
ADik itu payung besar. Di dalamnya ada ADik Papua, ADik Daerah 3T, ADik Anak TKI, dan ADik Disabilitas. Bedanya, ADik Papua/3T biasanya untuk calon maba, sedangkan ADik Disabilitas 2026 yang dibuka 28 September ini khusus untuk mahasiswa aktif yang sudah kuliah D3/D4/S1. Tujuannya untuk mempertahankan mereka agar tidak putus kuliah karena kendala biaya dan aksesibilitas.
Makanya Kemdiktisaintek juga dorong pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di perguruan tinggi tahun 2026, biar kampus lebih inklusif, bukan cuma kasih beasiswa doang.



